Kisah mantan 'pengantin pesanan' asal Kalimantan Barat yang menikahi pria China
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Pengantin pesanan: Harapan manis yang berakhir tragis

Bertujuan mengubah nasib, Merry, seorang perempuan asal Kalimantan Barat menerima pinangan pria China sebagai 'pengantin pesanan'. Namun harapan manisnya berbuah tragis.

"Saya diiming-imingi uang Rp20 juta. Sebagai janda dengan anak dua dan hanya bekerja di warung kopi, tentu saya tergiur," ujar Merry.

Sebelumnya, pada usia 16 tahun, Merry menikah dengan kawan sebayanya. Namun dia memilih bercerai setelah suaminya melakukan kekerasan yang mengancam hidupnya serta kedua anaknya.

"Jika siang itu saya tidak melarikan diri, mungkin sekarang, saya dan dua anak saya sudah jadi korban pembunuhan," tutur Merry.

Lihat juga:

Tawaran dari Lela, yang dikenal sebagai mak comblang, membuatnya tergiur. Dia ditawari menikah dengan seorang pria asal China demi kehidupan yang lebih baik di Negeri Tirai Bambu, sekaligus uang senilai Rp20 juta.

Merry pun setuju menjadi 'pengantin pesanan', yang tidak dia ketahui, harapannya berubah bencana. Bukan kehidupan rumah tangga yang manis dan berlimpah materi yang Merry jalani selama di China, melainkan kekerasan yang dia terima dari suami serta kedua mertuanya.

Video produksi: Anindita Pradana dan Abraham Utama

Animasi : Davies Christian

Pengisi suara: Lesthia Kertopati