Hidup WNI yang tanpa identitas di Malaysia
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Kisah WNI tanpa kewarganegaraan: 'Warga Indonesia bukan, Malaysia juga bukan'

Saat usianya baru 12 tahun, Iwan Nursyah kabur dari rumahnya di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Nasib membawanya masuk ke Negara Bagian Sabah, Malaysia, secara ilegal, tanpa dokumen resmi.

Kini, berusia 20 tahun, Iwan ingin memperjuangkan kembali kewarganegaraannya, agar dia bisa mengakui anaknya dan kembali pulang ke Indonesia untuk bertemu keluarganya.

Simak juga:

Iwan bukan satu-satunya keturunan WNI yang tidak punya dokumen resmi di Malaysia. Ada juga Efa, yang tidak bisa mengurus kartu identitas warga negara, akibat tidak punya akte kelahiran.

Secara keturunan, Efa adalah warga negara Malaysia, dari ayahnya. Namun, karena ibu yang bekerja sebagai TKI dan ayahnya menikah secara siri, Efa tidak mendapatkan sertifikat lahir.

Kini, di usia 19 tahun, dia memperjuangkan dokumen resmi agar anak yang dia kandung tidak bernasib seperti dirinya.

Efa dan Iwan hanya dua dari puluhan ribu bahkan mungkin ratusan ribu anak yang lahir dan tinggal di Malaysia tanpa memiliki kewarganegaraan.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Malaysia, setidaknya 43.445 anak-anak atau anak muda, di bawah usia 21 tahun, masuk dalam kategori tanpa kewarganegaraan. Jumlah ini merujuk data tahun 2019.

Lembaga-lembaga dan organisasi-organisasi lain memperkirakan jumlah tersebut jauh lebih tinggi, mencapai ratusan ribu orang sebab data Kementerian Dalam Negeri tidak mencakup mereka yang belum terdaftar.

Baca kisah Efa melalui tautan: https://bbc.in/2RXZcxK

Video produksi: Dwiki Marta dan Rohmatin Bonasir