Menelusuri jejak pasangan suami istri pengebom bunuh diri ISIS asal Indonesia
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Menelusuri jejak pasangan suami istri pengebom bunuh diri ISIS asal Indonesia

BBC News menelusuri jejak pengebom bunuh diri ISIS asal Indonesia, Ruille Zeke dan Ulfa, yang sempat bersembunyi di Istanbul, Turki, sebelum kemudian dideportasi pulang ke Indonesia.

Sempat masuk program deradikalisasi, pasangan suami istri itu kemudian bergerak ke Malaysia, di mana mereka kembali berhubungan dengan ISIS. Dari situ mereka lalu berpindah ke Filipina dan menjadi martir di Sulu, Mindanao.

Di sisi lain, Sri Musfiah, konselor program deradikalisasi di Indonesia yang pernah bertemu dengan pasangang tersebut, menyatakan tidak ada jaminan mantan kombatan yang sudah mengikuti program deradikalisasi bisa sepenuhnya bersih.

"Kami cukup kaget saat mendengar informasi mereka jadi pengebom bunuh diri, karena semasa di pusat rehabilitasi mereka adalah yang paling kooperatif," kata Sri kepada koresponden Timur Tengah BBC Quentin Sommerville.

Simak juga:

Sementara itu, mantan ekstremis Sofyan Tsauri yang juga ditemui oleh Quentin mengatakan, setelah tewasnya pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi dan runtuhnya kekhalifahan, para kombatan ISIS yang sebelumnya terpusat di Timur Tengah, kini bergerak ke Asia.

"Di Asia Tenggara, tempat yang menjadi favorit kalangan jihadis adalah Filipina dan kini mereka juga sedang membuka jalur ke Afghanistan di Khorasan," sebutnya.

*Ini merupakan bagian kedua dari seri liputan BBC tentang militan ISIS di Timur Tengah dan Asia. Dalam seri pertama, kami mewawancarai Nada Fedulla yang dibawa ayahnya, Aref Fedulla, ke Suriah.

Reporter: Quentin Sommerville

Video Jurnalis: Darren Conway