Film Parasite: Piala Oscar 2020 dan realita kehidupan di apartemen bawah tanah Seoul

Film Parasite berhasil membawa pulang empat Piala Oscar 2020, termasuk Film Terbaik dan Sutradara Terbaik. Kendati film tersebut fiktif, apartemen bawah tanah di film itu nyata.

Apartemen bawah tanah itu disebut banjiha dan jadi tempat tinggal bagi ribuan warga Seoul.

Banjiha juga merupakan bagian dari sejarah Korea Selatan, yang bisa ditelusuri hingga konflik Korsel-Korut di tahun 1960an. Di saat itu, pemerintah Korsel mewajibkan setiap bangunan apartemen memiliki ruangan bawah tanah yang bisa berfungsi sebagai bunker perlindungan.

Simak juga:

Di era modern, bunker itu beralih fungsi menjadi banjiha, apartemen bawah tanah dengan biaya sewa murah, kendati ruang tinggalnya sempit dan nyaris tidak mendapat sinar matahari.

Salah satu warga Seoul yang memilih tinggal di banjiha adalah Oh Kee-cheol. Pria berusia 28 tahun itu mengisahkan suka duka tinggal di apartemen bawah tanah.

"Awalnya, kaki saya sering terantuk tangga dan tangan saya memar karena terbentur atap saat menggunakan handuk," kata Kee-cheol. "Tapi, lama-lama saya terbiasa dan kini saya sudah hapal letak semua benda."

Selain itu, Kee-cheol juga menyebut tempat tinggalnya kerap lembap dan berjamur. "Sedih rasanya," ujar dia.

Namun, hal yang paling sulit, menurut Kee-cheol adalah harus hidup dengan stigma tentang orang-orang yang tinggal di banjiha.

"Saat orang tahu saya tinggal di banjiha, mereka pikir saya miskin. Padahal tidak!," papar Kee-cheol.

Dia memilih tinggal di apartemen dengan harga sewa murah agar bisa lebih banyak menabung untuk membeli rumahnya sendiri.

"Bagi saya, tidak penting di mana saya tinggal. Tapi ternyata bagi orang lain, itu penting," tutur Kee-cheol.