Virus Corona: Mampukah Indonesia mendeteksi SARS-CoV-2?

Hingga saat ini, masih belum ada kasus virus corona yang terdeteksi di Indonesia.

Hal itu menimbulkan pertanyaan, bisakah Indonesia mendeteksi virus bernama SARS-CoV-2 ini?

Studi yang dilakukan sekelompok peneliti dari Universitas Harvard di Amerika Serikat mengungkap kemungkinan adanya kasus yang tidak terdeteksi di sejumlah negara, salah satunya Indonesia.

Para peneliti membuat prediksi berdasarkan penerbangan langsung dari Wuhan, China, ke negara lain, sebelum penerapan pembatasan perjalanan.

Simak juga:

Menjawab keraguan itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, satu-satunya lembaga yang berwenang melakukan pengujian virus corona baru, mengatakan bahwa Indonesia telah mampu mendeteksi virus corona baru.

Vivi Setyawati, kepala pusat penelitian biomedis di Balitbangkes, mengatakan Indonesia telah memiliki reagen, disebut primer, yang dibutuhkan untuk mendeteksi materi genetik virus corona baru.

Virus corona baru, yang baru saja diberi nama SARS-CoV-2, telah menewaskan lebih banyak orang daripada wabah SARS pada tahun 2003.

Menurut data WHO, pada Senin (17/02), korban meninggal akibat virus ini telah mencapai 1.770 orang.

*Catatan koreksi:

Rekaman laboratorium dari menit 2:09-2:18 diambil di Laboratorium Emerging Virus Research Unit (EVRU) Lembaga Penelitian Biologi Molekuler Eijkman untuk menggambarkan proses PCR.

Rekaman tersebut tidak diambil di laboratorium Balitbangkes karena proses deteksi virus tidak boleh didokumentasikan

Video produksi: Pijar Anugerah dan Anindita Pradana