Dilema ibu kota baru: Selamatkan Jakarta, korbankan Kalimantan?

Jakarta diprediksi tenggelam pada 2050, karena banjir yang terus melanda dan permukaan tanah yang terus turun.

Dihadapkan pada kendala tersebut, pemerintah memutuskan memindahkan ibu kota ke Pulau Kalimantan, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo menjanjikan kota modern yang ramah lingkungan dan berkelanjutan lewat rancangan bertema 'Nagara Rimba Nusa', yang didesain oleh tim arsitek Urban+.

Proyek tersebut bernilai Rp476,5 triliun dan ditargetkan selesai pada 2025.

Simak juga:

Namun, ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah, sebelum memindahkan ibu kota baru.

Beberapa diantaranya adalah lubang bekas tambang batu bara yang kini menjadi 'jebakan kematian' bagi anak-anak, kesejahteraan masyarakat adat, isu sertifikat kepemilikan tanah adat serta konflik lingkungan, seperti pembalakan liar, kebakaran hutan juga perlindungan terhadap orang utan yang terancam punah.

Pemerintah berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama di ibu kota baru. Namun, bisakah itu dilakukan tanpa mengorbankan hutan Kalimantan?

Video produksi:

Reporter: Rebecca Henschke; Producer: Abraham Utama; Kamera: Haryo Wirawan dan Rory Moon; Drone: Yudistira Tribudiman Haryo Wirawan; Partner produksi: Borneo Productions International (BPI); Grafis: Davies Surya dan Arvin Supriyadi; Editor: Nick Watson, Haryo Wirawan dan Lesthia Kertopati; Produser Eksekutif: Vara Szajkowski.