Pesisir Indonesia terancam tenggelam: 'Ini bukan bencana alam, ini bencana buatan manusia'

Sekitar 23 juta orang di pesisir Indonesia diperkirakan harus menghadapi ancaman banjir laut tahunan pada tahun 2050 akibat penggunaan air tanah berlebihan, konversi lahan dan perubahan iklim.

Kenaikan suhu global berimbas pada gunung es di kutub utara dan selatan, yang mencair dan mendorong kenaikan permukaan air laut.

Merujuk data satelit yang dikumpulkan selama 20 tahun oleh ITB, penurunan permukaan air laut di perairan Indonesia diperkiraan sekitar 3 - 8 mm per tahun.

Sementara, estimasi penurunan permukaan tanah diperkirakan lebih drastis, berkisar antara 1-10 cm per tahun. Bahkan, di beberapa tempat, penurunannya mencapai 15-20 cm per tahun.

Simak juga:

Pesisir yang berada di kawasan yang lebih rendah dibandingkan permukaan air laut membuat daerah pesisir semakin rawan akan bencana berupa kenaikan permukaan air laut yang dapat menggenangi daratan yang biasa disebut dengan banjir laut atau banjir rob (tidal flood).

Menurut peneliti geodesi dan geomatika dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Heri Andreas, ancaman tenggelam karena makin tingginya permukaan air laut dan penurunan tanah, tak hanya dialami oleh Jakarta dan pesisir utara Pulau Jawa saja, namun juga pesisir timur Sumatra, Kalimantan dan Papua bagian selatan.

Video produksi: Ayomi Amindoni dan Anindita Pradana