Tenaga medis Indonesia lawan corona: Rindu keluarga hingga tahan buang air 10 jam

Tenaga medis Indonesia lawan corona: Rindu keluarga hingga tahan buang air 10 jam

Tenaga medis Indonesia berbagi cerita tentang perjuangan mereka melawan virus corona, dari rasa rindu berpisah dengan keluarga hingga harus menahan buang air hingga 10 jam.

Suster Afit harus berpisah dengan suami dan anaknya yang masih bayi karena bertugas merawat pasien di RSUD Pasar Minggu yang menjadi rumah sakit rujukan Covid-19. Di tengah pekerjaan berat ini, dia menyempatkan diri memompa ASI untuk sang buah hati.

Di Wisma Atlet yang dialihfungsikan sebagai rumah sakit khusus Covid-19 , dr Debryna Dewi harus menahan lapar dan buang air selama sekitar 10 jam, karena harus mengenakan APD yang rapat.

Simak juga:

Sementara itu, ketakutan akan Covid-19 juga menjalar ke luar Jakarta. Di Kota Cirebon, dr Dicki Hernanda telah menemukan setidaknya empat PDP. Tak ayal, kecurigaan terhadap pendatang dari kota lain, terutama Jabodetabek, bertambah besar.

Di Tangerang, Banten, dokter umum Titiek Sa'diyah juga mengantisipasi penyebaran virus corona dengan memindahkan ruang periksanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) agar tidak tercampur dengan pasien Covid-19.

Video produksi: Silvano Hajid