Kasus George Floyd: 'Sebagai warga Amerika berkulit hitam saya merasa ketakutan'

Kasus George Floyd: 'Sebagai warga Amerika berkulit hitam saya merasa ketakutan'

Aksi unjuk rasa atas meninggalnya George Floyd di tangan polisi, semakin meluas.

Ribuan demonstran berunjuk rasa di lebih dari 30 kota di Amerika Serikat. Mereka memprotes rasialisme dan kekerasan oleh aparat penegak hukum terhadap warga berkulit hitam di Amerika Serikat.

Para pengunjuk rasa berulang-ulang meneriakkan kalimat terakhir George Floyd yang terekam di video. "Saya tidak bisa bernapas."

Beberapa unjuk rasa berakhir dengan kerusuhan dan penjarahan.

Simak juga:

"Sebagai warga Amerika berkulit hitam saya merasa sangat berduka, saya merasa ketakutan," kata Kyla Berges, salah satu pengunjuk rasa.

"Ini bisa saja terjadi pada saya," kata Dulche, pengunjuk rasa lainnya.

"Saya merasa sistem yang sudah berjalan lebih dari 300 tahun ini tidak berlaku bagi kami. Apa yang harus saya lakukan untuk membuat perubahan?"

Floyd, 46 tahun, terbunuh di tangan polisi di Minneapolis pada Senin (25/05).

Mantan anggota polisi Derek Chauvin, pria kulit putih berusia 44 tahun, didakwa sebagai pelaku pembunuhan.

Jam malam telah diberlakukan di berbagai kota di Amerika Serikat dalam upaya meredam konflik antara demonstran dan polisi.

Unjuk rasa berskala besar telah terjadi setidaknya di 30 kota di Amerika Serikat.

Di Chicago, demonstran melempar batu ke arah polisi antihuru-hara, yang membalas dengan tembakan gas air mata. Beberapa orang ditahan pada Sabtu.

Polisi di Los Angeles menembakkan peluru karet untuk membubarkan pengunjuk rasa yang membakar mobil polisi. Foto-foto dari lapangan menunjukkan pengunjuk rasa berdiri di atas kendaraan yang telah rusak.

Selama dua hari berturut-turut, gerombolan besar pengunjuk rasa berkumpul di depan Gedung Putih di Washington, DC.

Di Atlanta, Georgia, di mana bangunan dirusak pada Jumat, status darurat diberlakukan di wilayah tertentu untuk melindungi warga dan properti.

Ribuan orang juga turun ke jalanan di Minneapolis, New York, Atlanta dan Philadelphia.

Floyd, 46 tahun, terbunuh di tangan polisi di Minneapolis pada Senin lalu. Mantan anggota polisi Derek Chauvin, seorang pria kulit putih berusia 44 tahun, telah didakwa atas pembunuhan dan dijadwalkan muncul di pengadilan pada Senin.