Novel Baswedan: 'Saya akan tetap melawan, bersuara, protes karena kejahatan tak boleh dibiarkan'

BBC News Indonesia mewawancarai Novel Baswedan - sebelum sidang vonis pelaku penyiraman - di kediamannya, tak jauh dari tempat dia disiram air keras sepulang dari salat subuh di masjid tiga tahun lalu. Penyidik senior KPK itu membawa kami menyusuri jalan di mana penyerangan itu terjadi.

Kepada Heyder Affan, Novel mengungkapkan kekecewaannya pada jalannya persidangan, kegundahannya karena berbagai serangan kepada pegawai KPK lain tak pernah terungkap, dan menjawab isu 'radikal dan Taliban' yang dilekatkan padanya.

Simak juga:

Novel, seperti yang berulang kali telah ia katakan kepada media, juga mengklaim ada aktor intelektual di balik serangan terhadap dirinya dan koleganya di komisi anti-rasuah.

Sementara itu, dalam sidang vonis kasus penyiraman cairan kimia terhadap dirinya yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (16/7), hakim memutuskan terpidana dihukum masing-masing dua tahun dan satu tahun enam bulan penjara.

Video produksi: Dwiki Marta, Heyder Affan dan Muhammad Irham