Kisah anak Muslim Rohingya di kamp pengungsi: 'Saya ingin melihat laut'

Kisah anak Muslim Rohingya di kamp pengungsi: 'Saya ingin melihat laut'

"Saya tidak bisa kemana-mana. Saya hanya bisa meninggalkan tempat ini bila besar nanti."⠀

Kalimat itu diucapkan Nayeem, seorang anak berusia tiga tahun yang tumbuh besar di kamp pengungsian Muslim Rohingya terbesar di Bangladesh.

Ibunya tengah hamil saat operasi militer di Myanmar memaksa mereka kabur, berjalan kaki ke wilayah perbatasan Bangladesh.⠀

Mimpi Nayeem adalah pergi ke kota dan melihat laut. Sementara cita-citanya saat besar nanti adalah menjadi guru.

Simak juga:

"Saya ingin bisa mengajar anak-anak lain seperti saya," katanya.

Namun, cita-cita Nayeem belum tentu bisa terwujud. Kecil kemungkinan bagi pengungsi Rohingya untuk keluar dari kamp pengungsian dan kembali ke Myanmar, yang tidak mengakui keberadaan mereka sebagai warga negara.

Lebih dari sejuta pengungsi Rohingya kini memadati Cox's Bazar. Setiap tahunnya, sekitar 20.000 anak lahir di sana.⠀