Rumput laut yang selamatkan Nusa Lembongan, Bali dari krisis akibat pandemi

Rumput laut yang selamatkan Nusa Lembongan, Bali dari krisis akibat pandemi

Pariwisata Bali yang terpuruk akibat pandemi berimbas langsung pada matinya penghidupan warga Nusa Lembongan yang membuat mereka beralih menjadi petani rumput laut.

Dulu, rumput laut merupakan andalan warga Nusa Lembongan. Seiring melesatnya pariwisata sejak 2008 ketika penyeberangan ke pulau ini semakin sering, warga banyak yang beralih ke pariwisata.

Namun sejak akhir Maret 2020, saat Nusa Lembongan tidak lagi dikunjungi wisatawan, warga kembali melirik rumput laut.

Simak juga:

Dibantu beberapa lembaga sosial masyarakat dan pemerintah daerah, sebagian besar warga terjun ke laut untuk menanam, merawat, dan memanen rumput laut jenis kotoni (Kappaphycus alvarezii) dan sakul (Eucheuma spinosum) yang biasa dijual untuk kebutuhan industri farmasi, kosmetik dan makanan.

Made Suarbawa adalah salah satu pelaku industri wisata yang tetap membudidayakan rumput laut sejak tahun 2000-an. Kini dia membantu warga untuk mulai kembali ke rumput laut sebagai bagian dari usaha menyelamatkan Nusa Lembongan dari krisis yang terjadi.

"Selama 30 tahun, kami di Lembongan telah diselamatkan rumput laut. Tidak mungkin komoditas yang sudah menyelamatkan kami 30 tahun, kami abaikan begitu saja. Lalu kenapa kami tidak rawat dengan baik untuk keberlangsungan kehidupan kami di Lembongan," pungkas Suarbawa.

Video Editor: Anindita Pradana, Kameraman: Anton Muhajir, Bali