Berpulang dalam sunyi, meninggal tanpa fasilitas kesehatan di puncak pandemi Covid-19

Berpulang dalam sunyi, meninggal tanpa fasilitas kesehatan di puncak pandemi Covid-19

Pada bulan Juli 2021 di saat Indonesia tengah mengalami puncak kasus positif Covid-19, angka kematian meningkat drastis.

Menurut Kementerian Kesehatan, dalam waktu kurang dari satu bulan angka kematian akibat infeksi Covid-19 mencapai lebih dari 30.000 jiwa atau sekitar 25 persen dari dari total kematian selama pandemi.

Dari puluhan ribu kematian tersebut, LaporCovid-19 mencatat 2.313 jiwa meninggal di luar layanan fasilitas kesehatan.

Simak juga:

Jawa Barat menjadi provinsi kedua dengan jumlah kematian di luar layanan fasilitas kesehatan terbanyak setelah DKI Jakarta.

Di Subang, ibunda Tresia Wulandari meninggal dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.

Ibunya tengah melaksanakan isolasi mandiri akibat gejala Covid-19 ketika tiba-tiba kondisinya menurun secara drastis.

Setelah berusaha mencari berbagai rumah sakit yang sebagian besar sudah penuh, nyawa ibunya tidak bisa tertolong setelah sempat mengalami gejala berat selama beberapa jam.

"Pukul 21.30 ibu dibawa ke ambulans, tapi cuma jarak beberapa kilometer dari rumah, kalau kata adik yang benar-benar menyaksikan (ibu) sudah tidak ada gerak apapun," ujar Tresia yang saat itu tengah berada di Bandung.

LaporCovid-19 menyatakan bahwa selain masalah kesiapan fasilitas kesehatan, fenomena sosial di masyarakat tentang stigma penderita Covid-19 turut membuat angka kematian di luar fasilitas kesehatan semakin tinggi.

Angka ini juga merupakan puncak dari gunung es, di mana masih banyak kematian di luar fasilitas kesehatan yang sebenarnya belum tercatat dan belum terlaporkan dalam data yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Reporter: Yuli Saputra

Kameraman: Dicky Nawazaki

Video Editor: Anindita Pradana