BBC Indonesia

Utama > Dunia

Bendera Palestina berkibar di kantor pusat UNESCO

13 Desember 2011 19:44 WIB
Bendera Palestina berkibar di kantor UNESCO di Paris, 13 Desember 2011.

Bendera Palestina untuk pertama kalinya berkibar di kantor pusat UNESCO di Paris melalui sebuah upacara, menandai masuknya Palestina sebagai anggota UNESCO.

Upacara pengibaran bendera dengan iringan lagu kebansaan Palstina itu disaksikan langsung oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

UNESCO menegaskan bahwa upacara pengibaran bendera selalu dilakukan untuk anggota baru. Palestina diterima sebagai anggota UNESCO pada bulan Oktober 2011, walau mendapat penentangan dari Amerika Serikat dan Israel.

Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova mengatakan keanggotaan Palestina seharusnya dilihat sebagai sumbangan bagi perdamaian di kawasan.

"Perdamaian mendapatkan peluang dan kita harus mengambilnya. Inilah yang dikatakan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin dalam pidato terakhirnya 4 November 1995."

"Oleh karena itu izinkanlah saya mengungkapkan harapan bahwa keanggotaan Palestina di UNESCO sebagai sebuah kesempatan, kesempatan untuk memperlihatkan perdamaian dan keamanan juga dibangun di sekolah, melalui kebudayaan, dan pendidikan," tambahnya.

Penentangan AS

Pelestina diterima sebagai anggota UNESCO yang ke-195 lewat pemungutan suara pada akhir Oktober dengan suara 107 mendukung dan 14 menentang di Majelis Umum UNESCO.

Keputusan itu ditentang Amerika Serikat karena berpendapat Palestina harus mencapai kesepakatan damai dengan Israel sebelum diterima sebagai anggota organisasi internasional.

Presiden Barack Obama juga sudah mengungkapan kekecewaannya secara terbuka kepada Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, yang mendukung pencalonan Palestina bergabung dengan UNESCO.

Pemerintah Washington kemudian membekukan sumbangannya kepada badan urusan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan PBB itu, sehingga UNESCO menghadapi kekurangan dana US$65 juta pada tahun ini dan US$143 untuk periode 2012-2013.

Kekurangan dana membuat Irina Bokova harus mengumumkan penghematan drastis di lembaga yang dipimpinnya tersebut.

Tetap berupaya

Palestina juga sedang memperjuangkan keanggotaan penuh di PBB, yang membutukan dukungan sembilan dari 15 suara di Dewan Keamanan PBB.

Namun Amerika Serikat sudah menegaskan akan memveto usulan tersebut.

Pembahasan pertama atas usulan Palestina yang berlangsung di Dewan Keamanan PBB pada awal November mengalami kebuntuan karena tidak ada kesepakatan yang berhasil dicapai.

Komisi Dewan Keamanan menyimpulkan adanya perbedaan tajam di Dewan Keamanan dalam masalah tersebut dan tidak ada menawarkan rekomendasi.

Bagaimanapun Presiden Mahmoud Abbas pekan lalu menegaskan akan terus melanjutkan upaya mencalonkan diri sebagai anggota penuh PBB.

Usai menghadiri upacara bendera di kantor UNESCO, Presiden Abbas akan terbang ke pusat pemerintahan Uni Eropa, Brussel.

Sebar

Email del.icio.us Facebook MySpace Twitter