Cerita Rohingya di Malaysia

Sebagian dari sekitar 28.000 warga Rohingya Muslim dari Myanmar yang terdaftar sebagai pengungsi di Malaysia telah mengungsi selama 30 tahun tetapi belum memperoleh status.

Nur Islam
Keterangan gambar,

Nur Islam, 68, berasal dari Rakhine, Myanmar dan telah menjadi pengungsi di Malaysia selama 30 tahun terakhir. Ia bekerja sebagai pengumpul besi bekas dengan menggunakan becak motornya. Foto: Rohmatin Bonasir

Keterangan gambar,

Seorang ayah Rohingya Muslim mengangkut anak-anaknya dengan becak motor di kawasan Cheras Baru, pinggiran ibukota Malaysia, Kuala Lumpur. Di kampung ini terdapat banyak warga Rohingya.

Keterangan gambar,

Di kawasan permukiman Cheras Baru saja terdapat sekitar 2.000 pengungsi Rohingya. Menurut data UNHCR, setidaknya terdapat 28.000 pengungsi Rohingya di Malaysia yang terdaftar di Badan Pengungsi PBB itu.

Keterangan gambar,

Sejumlah pemuka Rohingya di Malaysia memperkirakan warga yang tidak diakui sebagai PBB jumlahnya kurang lebih sama dengan yang sudah terdaftar. Mereka bekerja sebagai buruh kasar seperti penyapu jalan atau bekerja di pasar.

Keterangan gambar,

Di Malaysia mereka tinggal di rumah-rumah penduduk dengan cara menyewa. Rumah ini dihuni beramai-ramai oleh 10 orang beberapa keluarga. Mengunyah sirih adalah kebiasaan yang tidak mereka lupakan.

Keterangan gambar,

Tiga anak ini bermain di jalan depan rumah. Pendidikan merupakan persoalan besar bagi mereka sebab peraturan Malaysia melarang mereka bersekolah di lembaga pendidikan pemerintah. Sekolah komunitas adalah satu-satunya yang tersedia.

Keterangan gambar,

Zafar Ahmead adalah sosok yang menjadi pemimpin warga Rohingya di bawah payung Organisasi Hak Asasi Etnik Rohingya Myanmar di Malaysia (MERHROM). Pria berbaju merah muda ini mengunjungi rumah warga untuk kepentingan advokasi. Menurutnya, warganya ingin kembali ke Myanmar karena mereka hidup di sana sejak nenek moyang mereka.

Keterangan gambar,

Di kawasan Pudu, di pusat ibukota Kuala Lumpur, Syed Husain menyewa ruko beramai-ramai dan memasak untuk beramai-ramai bagi 15 orang. Satu kamar biasanya ditempati satu keluarga.

Keterangan gambar,

Istri Syed Husain, Zorina, (berjilbab merah muda) tiba di Malaysia tahun 2012 bersama tiga anak mereka guna menyusul suami. Tigaa anak mereka sudah diakui sebagai pengungsi tetapi tidak demikian dengan Zorina. Ia berisiko ditangkap pihak berwenang sewaktu-waktu.