Mengenang 'sang pemicu' Arab Spring

Warga di Tunisia menggelar peringatan untuk mengenang pedagang jalanan yang membakar diri, yang kemudian memicu gerakan rakyat di dunia Arab.

Peringatan gerakan perlawanan rakyat di Arab
Keterangan gambar,

Seorang warga Tunisia 'dengan bersenjatakan roti' mengikuti aksi di Sidi Bouzid, Tunisia tengah, Selasa (17/12). Hari Selasa ini menandai tiga tahun tewasnya Mohamed Bouazizi, pedagang jalanan, yang membakar diri untuk memprotes peminggiran rakyat dan korupsi yang merajalela di Tunisia. Tewasnya Bouazizi menyulut gerakan di kawasan yang kemudian dikenal dengan Arab Spring.

Keterangan gambar,

Aksi mengenang Bouazizi di Tunisia diikuti oleh warga biasa dan juga partai-partai politik. Tewasnya Bouazizi mengubah peta politik di Tunisia sendiri dan juga di Libya, Mesir, dan Yaman.

Keterangan gambar,

Peserta aksi membawa bendera Tunisia di Sidi Bouzid yang kemudian dikenal sebagai tempat kelahiran Revolusi Tunisia 2010.

Keterangan gambar,

Aneka bendera dan poster diusung oleh para peserta aksi di Tunisia untuk mengenang kematian pria yang memicu Arab Spring, gerakan rakyat untuk menuntut demokrasi dan kesejahteraan di dunia Arab.

Keterangan gambar,

Rakyat berharap Tunisia bisa berdiri tegak di tengah perubahan sosial dan politik, pesan yang ditulis oleh warga Tunisia di satu tembok di Sidi Bouzid, Tunisia tengah.

Keterangan gambar,

Sejumlah demonstran membawa bendera bersimbol Rabaa, untuk mengenang warga sipil Mesir -negara yang juga mengalami Arab Spring- yang tewas di Rabaa al Adawiya.

Keterangan gambar,

Di Mesir juga digelar peringatan yang sama. Revolusi di Mesir membuat Presiden Husni Mubarak, yang telah berkuasa selama beberapa dekade, mundur.