Seniman Afghanistan bersembunyi karena "pakaian dalam besi"

afghan
Image caption Sang seniman mengatakan terinspirasi pengalaman saat mengalami pelecehan seksual.

Seorang seniman perempuan di Afghanistan terpaksa bersembunyi setelah menerima ancaman mati karena memamerkan karya seni berupa pakaian dalam dari besi yang memamerkan bagian payudara dan bokong.

Kubra Khademi berjalan menggunakan pakaian dalam besi ini di jalanan Kabul untuk menyampaikan pesan mengenai pelecehan seksual yang dialami oleh wanita.

Image caption Pembuatan pakaian dalam besi dibantu pandai besi lokal.

Kubra berharap untuk dapat berjalan selama 10 menit di jalanan yang padat tersebut, akan tetapi dia terpaksa harus kembali ke dalam mobilnya hanya setelah 8 menit berjalan karena kemarahan masyarakat. Para lelaki melempari Kubra dan anak-anak juga ikut memakinya.

Khubra menjelaskan para lelaki meneriakinya dengan kata-kata,"Wanita murahan! Apa yang Ia lakukan? Apakah Ia orang asing?"

Khademi menjelaskan alasan melakukan hal ini. Dia mengatakan wanita di Afghanistan berduka dalam diam. Walau mereka mengenakan jilbab, hal ini tetap tidak melindungi mereka dari pelecehan seksual.

Khademi menjelaskan pengalaman memalukan ketika masih berusia 5 tahun dan mengalami pelecehan seksual. Sehingga dirinya mempertanyakan identitas, seksualitas dan perasaan yang dialaminya, dalam kebingungan dirinya merasakan pelecehan seksual seperti membunuh kupu-kupu. Membunuh sesuatu yang indah. Dan pada hari itu dia berharap pakaian dalamnya terbuat dari besi.

Image caption Sang seniman mengatakan tidak menyesal atas karya seni yang dibuatnya.

Khademi mengemukakan dirinya tidak menyesal dengan apa yang telah dia lakukan, apa yang dialaminya saat ini adalah cerminan dari realitas di masyarakat. "Aku tidak bisa mengubah masyarakat secara cepat. Ok, mereka marah, tetapi inilah hasil kerjaku, dan aku tidak akan berhenti."

Berita terkait