Upaya Gubernur Ahok menciptakan 'suasana kampung' di Jakarta

anak
Image caption Anak-anak siap menari di Ruang Terbuka Publik pertama yang dibuka Jumat (05/02).

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, biasa dikenal Ahok, membuka taman dengan suasana kampung, satu dari 150 yang direncanakan tahun ini untuk membuat masyarakat saling berbagi dan memperhatikan.

Taman atau yang disebut gubernur sebagai Ruang Publik Terbuka pertama yang dibuka Jumat (05/02) terletak di Jalan Borobudur. Warung-warung di daerah seputar ditutup dan jalan-jalan dibersihkan.

Anak-anak menari dan bernyanyi bersama pendongeng dan para badut. Rebecca Henske yang tinggal tak jauh dari taman tersebut melihat ruang publik terbuka pertama ini.

Image caption Ahok mengatakan tempat ini untuk masyarakat agar saling mengenal.

Gubernur DKI Jakarta yang dikenal dengan nama Ahok mengatakan kepada BBC Indonesia ia berencana membangun 150 taman yang sama tahun ini.

"Ini bukan hanya taman, ini adalah tempat untuk komunitas berbagi. Jadi orang yang tinggal di Jakarta tidak menjadi egois namun juga bisa saling memperhatikan. Ini adalah upaya kembali ke gaya hidup di kampung di mana orang mengenal satu sama lain dan menjadi keluarga besar, dari ibu hamil sampai orang tua," kata Ahok.

Sejumlah orang mengkritik Ahok menciptakan Jakarta yang tidak diperuntukkan orang miskin.

"Itu dukungan politik. Orang kalangan menengah dan kaya mengkritik saya karena terlalu banyak memberikan perhatian kepada orang miskin melalui kebijakan kesehatan, pendidikan dan perumahan. Itu adalah pembicaraan politik," jawab Ahok.

Image caption Euis yang datang bersama teman-temannya.

Euis dan teman-temannya datang dan ikut menikmati ruang terbuka ini.

"Jakarta kota yang sangat padat dan tidak ada tempat seperti ini dan rumah-rumah tak punya halaman. Anak-anak menjadi individualistik bila mereka hanya bermain di rumah dengan handphone mereka. Di taman ini, mereka bermain bersama, dan mengenal alam serta menjaga tempat tetap bersih dengan menaruh sampah di tong sampah."

Image caption Pak Alex, siap menghibur anak-anak dengan bernyanyi.

Pak Alex menjadi badut penghibur bersama Arief, sang pendongeng, yang membacakan cerita untuk anak-anak.

"Ini bagus sekali. Pengaruhnya akan besar untuk anak-anak. Inilah bentuk taman yang telah lama diinginkan anak-anak. Mal tidak bagus untuk anak-anak. Mereka perlu menikmati masa kanak-kanak yang bebas dari mal."

Image caption Paniyem mencari tempat lain untuk warungnya yang dirobohkan.

Paniyem yang berusia 60 tahun berdiri di tempat yang dulu ia gunakan untuk warungnya sejak tahun 1980. Warungnya dirobohkan oleh pemerintah DKI Jakarta beberapa hari sebelum taman ini dibuka.

"Saya sedikit kecewa. Saya tidak mengerti mengapa. Mereka mengatakan kepada saya bahwa akan ada penyelesaian dan saya harap bisa membuka warung lagi di tempat lain. Saya punya anak yang masih bersekolah dan (dengan warung) saya membayar mereka sekolah."

Image caption Bentuk taman sebelum pembangunan.

Berita terkait