nelayan
Media playback tidak ada di perangkat Anda

Keluarga nelayan asal Tegal yang meninggal akibat disiksa di Taiwan minta keadilan

Keluarga seorang nelayan asal Tegal, Jawa Tengah, yang menjadi korban penyiksaan di kapal ikan asing, dan meninggal secara mengenaskan meminta keadilan dari pemerintah Taiwan.

Video yang direkam dengan telepon seluler oleh kawannya memperlihatkan kondisinya yang menyedihkan, kepalanya bocor, matanya merah akibat berdarah, kakinya lebam hingga susah berjalan.

Walaupun ada kasus seperti ini, masih ada nelayan migran yang menuju Taiwan untuk bekerja.

Mehulika Sitepu and Haryo Wirawan mengunjungi keluarga Supriyanto di Tegal.

Peringatan: Gambar di video ini termasuk gambar yang mengerikan.

Gambar-gambar peristiwa penembakan di bagian awal video adalah gambar lama yang diposting di youtube dua tahun lalu, namun diyakini kejadiannya berlangsung tahun 2013. Kapal yang melintas adalah kapal Taiwan. Greenpeace Taiwan menunjukkannya untuk memperlihatkan budaya kekerasan yang menueut mereka, berlangsung di kapal-kapal Taiwan. Setelah datangnya berbagai tekanan internasional, barulah tahun ini pemerintah Taiwan melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah kapal yang melepaskan tembakan itu juga adalah kapal Taiwan.

Jaksa Taiwan menyebut, mereka masih menyelidiki apakah para awak kapal itu adalah orang-orang yang sama dengan yang dipekerjakan di sebuah kapal penangkap ikan yang dicurigai terlibat dalam kasus itu.

Pembunuhan Supriyanto tak terkait dengan penembakan itu. Ia bekerja di sebuah kapal Taiwan ketika terbunuh, Agustus 2015, empat bulan setelah ia bergabung di kapal itu.