Louis van Gaal: bekas manajer Man Utd, Barcelona, Bayern dan timnas Belanda, pensiun

Man Utd managerVan Gaal mengangkat trofi Piala FA, Mei 2016 - namun dipecat hanya beberapa jam kemudian. Hak atas foto Empics
Image caption Van Gaal mengangkat trofi Piala FA, Mei 2016 - namun dipecat hanya beberapa jam kemudian.

Sesudah karir pelatihan selama 26 tahun, Louis van Gaal memutuskan untuk pensiun.

Van Gaal, 65, menganggur sejak dipecat oleh Manchester United beberapa jam setelah memenangkan Piala FA, Mei 2016.

"Saya awalnya berpikir, ketika berhenti sementara, ini semacam cuti panjang. Tapi sekarang saya berpikir saya tidak akan kembali melatih," kata Van Gaal seperti dikutip surat kabar Belanda De Telegraaf.

Dalam karirnya, Van Gaal sempat melatih Ajax, Barcelona, Bayern Muenchen, AZ Alkmaar, selain Manchester United dan timnas Belanda.

Dia mengumumkan pensiunnya pada hari Senin setelah menerima penghargaan prestasi seumur hidup dari pemerintah Belanda untuk kontribusinya pada sepak bola.

Beberapa prestasi Van Gaal
Liga nasional : Ajax (1993-94, 1994-95, 1995-96), Barcelona (1997-98, 1998-99), AZ Alkmaar (2008-09), Bayern Muenchen (2009-10)
Champions League: Ajax (1994-95)
Uefa Cup: Ajax (1991-92)
FA Cup: Manchester United (2015-16)

Ia menyebut, latar belakang keputusannya adalah pertimbangan keluarga, dan De Telegraaf mengatakan salah satu faktornya adalah kematian mendadak suami putrinya bulan lalu.

"Begitu banyak yang terjadi di keluarga saya. Kita menjadi manusia lagi dengan dihadapkan pada kenyataan," tambahnya.

Pelatih Belanda ini mengungkapkan ia sudah menolak tawaran menggiurkan untuk melanjutkan karir kepelatihannya di Timur Jauh.

Pasang surut karir yang panjang

Sebagai pemain, Van Gaal tampil sebagai gelandang untuk Ajax, Royal Antwerpen, Telstar, Sparta Rotterdam dan AZ Alkmaar antara tahun 1972 dan 1987 sebelum pindah ke pelatihan, sebagai asisten di AZ Alkmaar diikuti oleh peran yang sama di Ajax.

Dia kemudian menggantikan Leo Beenhakker sebagai pelatih kepala Ajax pada tahun 1991 dan berlanjut ke periode sukses berkelanjutan, memenangkan gelar liga Belanda pada tiga kesempatan serta Piala UEFA 1992 dan gelar Liga Champions 1995.

Van Gaal diminta untuk mengulangi suksesnya itu di klub raksasa Spanyol Barcelona. Dia mewarisi tim dari Bobby Robson pada tahun 1997 dan memimpin Barcelona untuk merebut dua gelar La Liga berturut-turut serta Copa del Rey.

Negaranya datang memanggil pada tahun 2000, namun tugas pertamanya di timnas hanya berlangsung kurang dari dua tahun setelah gagal meloloskan Belanda ke Piala Dunia 2002 -pertama kalinya tim itu gagal ke putaran final sejak 1986.

Image caption Pasang surut karir Van Gaal meliputi keberhasilan di Ajax, Barcelona, AZ Alkmaar, Bayern Muenchen dan timnas -namun ia juga dipecat di Muenchen, Barcelona, timnas, dan Manchester United.

Periode kedua pelatih asal Belanda itu di Barcelona itu bahkan lebih pendek lagi - hanya delapan bulan - setelah ia meninggalkan Barcelona di tengah musim ketika klub raksasa itu terpuruk beberapa tempat di atas zona degradasi.

Dia kemudian memimpin AZ Alkmaar menjuarai Eredivisie 2005-2006 sebelum pindah ke Bundesliga, untuk membawa Bayern Munich menjuarai Bundesliga dan Piala Liga 2009-10, serta finalis Liga Champions.

Tim nasional Belanda mendekati Van Gaal lagi pada tahun 2012 dan kali ini Belanda menciptakan sensasi di Piala Dunia 2014 Brasil dengan antara lain menghancurkan juara bertahan Spanyol 5-1, dan hanya gagal ke final karena kalah adu penalti dari Argentina. Belanda kemudian merebut tempat ketiga dengan mengalahkan tuan rumah Brasil, 3-0.

Usai Piala Dunia 2014, setelah banyak spekulasi, ia bergabung dengan Manchester United pada bulan Mei 2014, menandatangani kontrak tiga tahun untuk menggantikan David Moyes.

Namun setelah dua tahun, United memecatnya dan menggantikannya dengan Jose Mourinho hanya beberapa jam setelah memenangkan Piala FA -yang pertama bagi MU sejak tahun 2004, karena MU hanya menempati posisi kelima di Liga Primer.