Peraih medali emas Olimpiade asal Inggris, Mo Farah, kecam Presiden Trump

Mo Farah Hak atas foto AFP/FRANCK FIFE
Image caption Mo Farah membawa bendera Inggris saat merayakan medali emas untuk 5000 meter di Olimpiade Rio 2016.

Atlet peraih empat medali emas Olimpiade asal Inggris, Mo Farah, mengecam Presiden Donald Trump yang menerapkan perintah untuk melarang warga dari tujuh negara datang ke Amerika Serikat.

Farah merupakan warga Inggris kelahiran di Somalia namun tinggal di Oregon selama enam tahun belakangan.

Waga Somalia termasuk dalam tujuh negara yang dilarang melakukan perjalanan ke Amerika Serikat berdasarkan perintah eksekutif Presiden Trump yang ditandatangani Jumat (27/01).

"Ini sangat menganggu, bahwa saya harus mengatakan kepada anak-anak saya, ayah mungkin tidak bisa pulang ke rumah," kata pelari berusia 33 tahun ini yang mendapat gelar kehormatan dari Ratu Elizabeth II.

Masih tidak jelas apakah Farah, yang pindah dari Somalia ke Inggris pada usia delapan tahun, akan bisa pulang ke Amerika Serikat atau tidak.

Hak atas foto PA/Jane Barlow
Image caption Mo Farah sudah mendapat gelar Sir dari Ratu Elizabeth II pada tanggal 1 Januari 2017.

"Tanggal 1 Januari tahun ini, Ratu menganugerahi saya Knight of the Realm. Tanggal 27 Januari, Presiden Donal Trump tampaknya membuat saya sebagai mahluk asing," tulisnya di Facebook.

Presiden Trump memerintahkan penghentian seluruh program pengungsi Amerika Serikat dan juga menerapkan larangan perjalanan selama 90 hari mendatang untuk warga dari Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman.

Perintah eksekutif itu juga berlaku bagi mereka yang memiliki dwikewarganegaraan dengan salah satu dari ketujuh negara bersangkutan.

Farah tidak memegang paspor Somalia, juga tidak memiliki kewarganegaraan ganda dan penasehatnya sedang berupaya untuk menjelaskan situasinya kepada pihak bewenang Amerika Serikat.

Saat ini dia sedang berlatih di Ethiopia sebagai persiapan untuk Kejuaraan Dunia Atletik di London dan tidak berencana untuk pulang ke AS dalam beberapa pekan mendatang.

"Kini, saya dan sejumlah orang lain, diberi tahu bahwa kami tidak disambut," tambahnya.

Topik terkait

Berita terkait