AC Milan dijual ke konsorsium Cina: 'Kami akan kembalikan kejayaannya'

berlusconi

Sumber gambar, Bongarts

Keterangan gambar,

Berlusconi dan pemain AC Milan setelah mengalahkan Barcelona dalam final Liga Champions 1994.

Klub legendaris asal Italia , AC Milan, resmi dimiliki konsorsium dari Cina setelah disepakati penjualannya, Kamis (14/04) senilai Rp10,4 triliun.

Dengan demikian, berakhir sudah kepemilikan Silvio Berlusconi, mantan Perdana Menteri Italia, terhadap salah-satu klub tersukses di Eropa itu.

Sumber gambar, Getty/Alex Livesey

Keterangan gambar,

Silvio Berlusconi dengan tropi Liga Champions setelah anak asuhnya mengalahkan Liverpool pada 2011.

Perusahaan milik Berlusconi, Fininvest, menyatakan telah menjual semua saham klub perusahaan yang dikendalikan investor Li Yonghong, Rossoneri Sport Investment Lux, senilai Rp 10,4 triliun.

AC Milan adalah salah satu klub tersukses di Eropa, tetapi klub itu belakangan menderita kesulitan keuangan. Dua tahun lalu, Il Rossoneri—julukan AC Milan—mencatat kerugian senilai 93,5 juta euro atau Rp1,3 triliun.

Dalam keterangan kepada pers, pemilik saham mayoritas AC Milan, Li Yonghong mengatakan bahwa pihaknya untuk menguatkan keuangan klub.

Li Yonghong juga sesumbar: "Kami upayakan terus dan membawa tim legendaris ini ke puncak dunia sesuai harapan para pendukungnya."

Sumber gambar, Getty/Claudio Villa

Keterangan gambar,

Silvio Berlusconi dan para pemain AC Milan pada 2011.

Sejak Mei tahun lalu, penjualan AC Milan telah diputuskan setelah perusahaan induk Fininvest- yang dimiliki keluarga Berlusconi - berunding secara intensif dengan sekelompok investor asal Cina.

Dalam perundingan tersebut, para investor itu sepakat membeli 80% saham AC Milan dan dalam jangka waktu tertentu akan mengambil alih sisa 20%.

Pengambilalihan AC Milan oleh pebisnis atau perusahaan Asia menegaskan tren yang berlangsung dalam setahun terakhir. Pada Juni 2016 lalu, Inter Milan dijual ke perusahaan ritel elektronik Cina, Suning Commerce Group.

Kemudian pebisnis asal Cina, Tony Xia, resmi memiliki klub Aston Villa asal Inggris dengan membayar 76 juta pound atau Rp1,3 triliun.