Lima fakta laga Indonesia versus Kamboja dalam SEA Games 2017

indonesia Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Septian David Maulana (kiri) merayakan gol ke gawang Thailand, pada 15 Agustus 2017.

Agar bisa lolos ke semi final ajang SEA Games 2017, ada kriteria yang harus dipenuhi tim nasional U-22 Indonesia saat menghadapi Kamboja. Berikut lima fakta jelang laga penentuan tersebut:

Setelah memetik dua kemenangan dan dua kali imbang, tim nasional Indonesia berada di peringkat tiga klasemen sementara Grup B SEA Games 2017. Secara matematis, Evan Dimas dan kawan-kawan sejatinya masih bisa merebut tiket ke semi final.

Syarat lolos ke semi final

Timnas U-22 Indonesia dituntut bukan sekadar menang melawan Kamboja. Timnas harus unggul dari Kamboja dengan selisih tiga gol, mengingat ada peluang laga Vietnam dan Thailand berakhir imbang.

Jika Indonesia menang dari Kamboja kurang dari tiga gol, sementara Vietnam dan Thailand bermain seri, maka Indonesia tersingkir.

Lain halnya kalau pertandingan Vietnam dan Thailand dimenangi salah satu tim. Indonesia dapat lolos ke semi final dengan mengungguli Kamboja dengan skor berapapun.

Saat ini klasemen sementara Grup B dipimpin Vietnam yang mengantongi 10 poin dengan surplus 11 gol. Peringkat kedua ditempati Thailand, yang walaupun juga mendulang 10 poin namun hanya mencetak surplus enam gol. Adapun Indonesia Indonesia berada di peringkat tiga mengoleksi 8 poin dengan surplus empat gol.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pemain Filipina, Daniel Bernan Gadia (kanan) beradu dengan pemain Kamboja, Hoy Phallin, pada 15 Agustus. Tim Kamboja selalu kalah saat berhadapan dengan Indonesia di SEA Games.

Selalu menang lawan Kamboja

Dari catatan SEA Games terdahulu, Indonesia telah bertemu enam kali dengan Kamboja dan tim Merah-Putih selalu mencatat kemenangan. Bahkan, dari enam pertemuan itu, Indonesia mencetak 27 gol dan kebobolan dua kali.

Terakhir Indonesia berjumpa dengan Kamboja di SEA Games ialah pada 2015. Kala itu, Indonesia menang 6-1. Kemenangan terbesar Indonesia atas Kamboja di SEA Games terjadi pada 1995, dengan mencatat skor 10-0.

Meski demikian, Bima Sakti selaku asisten pelatih timnas U-22 Indonesia, mengatakan skuatnya tidak akan meremehkan Kamboja.

"Kamboja merupakan tim yang bagus dan timnas Indonesia tetap harus menaruh respek pada mereka. Kamboja pasti tak mau kehilangan muka di laga terakhir," kata Bima Sakti dalam rilis PSSI.

Dua pemain pilar absen

Dalam laga antara timnas U-22 Indonesia dan Kamboja, ada dua pemain yang dipastikan absen karena harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.

Pemain pertama yang absen adalah gelandang bertahan Hanif Sjahbandi. Dia tak bisa berlaga setelah diganjar kartu merah saat ditahan imbang Vietnam, Selasa (22/08).

Pemain kedua yang absen saat melawan Kamboja adalah Rezaldi Hehanusa. Bek kiri tersebut mendapat dua kartu kuning, masing-masing saat bertanding melawan Vietnam dan Filipina.

Hak atas foto Instagram
Image caption Evan Dimas mengunggah foto para pemain tim U-22 Indonesia yang sedang merayakan gol.

Evan Dimas tampil kembali

Walau dua pemain pilar absen, pelatih Luis Milla bisa sedikit bernapas lega karena dapat menurunkan pemain andalan Evan Dimas.

Gelandang klub Bhayangkara FC tersebut harus absen saat Garuda Muda berhadapan dengan Vietnam akibat akumulasi kartu kuning dalam laga kontra Timor Leste. Evan dapat dimainkan untuk menggantikan Hanif Sjahbandi.

Menjelang laga melawan Kamboja, Evan Dimas mengunggah foto tim U-22 di Instagram disertai tulisan, "Tidak ada yang tidak mungkin. Kekuatan doa yang akan mengalahkan semuanya. Bismillah."

Untuk posisi bek kiri, Luis Milla bisa menugaskan Ricky Fajrin yang dalam tiga laga awal bermain menjadi stopper bersama Hansamu Yama.

Milla juga punya pilihan untuk menurunkan I Putu Gede yang bisa bermain di posisi bek kiri dan kanan.

Hak atas foto Instagram
Image caption Kiper utama tim U-22 Indonesia, Satria Tama, mengunggah skuat Garuda Muda disertai kalimat puitis.

Krisis kiper

Saat melawan Kamboja, Garuda Muda dihadapkan pada krisis kiper.

Penjaga gawang utama Satria Tama mengalami cedera pergelangan kaki ketika menghadapi Vietnam dan harus keluar pada menit ke-67.

Untuk mengisi posisi Satria, pelatih Luis Milla menurunkan kiper pengganti, Kartika Ajie.

Masalahnya, belum diketahui pelapis Kartika Ajie jika sewaktu-waktu dia juga cedera. Skuat Merah-Putih sejatinya bisa mendaftarkan kiper ketiga, Dicky Indrayana. Namun apabila kiper yang memperkuat klub Bali United tersebut didaftarkan, Satria Tama harus disingkirkan dari daftar pemain.

Peraturan pertandingan menentukan bahwa hanya boleh 20 pemain yang masuk daftar untuk tim sepak bola di SEA Games 2017.

Topik terkait

Berita terkait