'Pesan klenik' mengakhiri karier Romelu Lukaku di Everton

Romelu Lukaku Hak atas foto PA
Image caption Lukaku tampil 141 kali dalam pertandingan kompetitif bersama Everton dan mencetak 68 gol.

Pesepakbola Romelu Lukaku sempat mengakhiri kariernya di Everton pada jendela transfer musim panas 2017 setelah ia mendapatkan 'pesan mistis'.

Kabar tentang pesan mistis tersebut diutarakan pemegang saham mayoritas Everton, Farhad Moshiri.

Dalam rapat para pemegang saham Everton, Moshiri menyebut Lukaku menerima "pesan voodoo" saat "berziarah ke Afrika".

Saat itu, kata Moshiri, Lukaku hampir menyelesaikan perpanjangan kontrak di Everton.

"Dia menjalani voodoo dan mendapat pesan bahwa dia harus pindah ke Chelsea," ujar Moshiri.

Chelsea memang sempat mengajukan tawaran pembelian Lukaku ke Everton. Akan tetapi, penyerang asal Belgia itu belakangan tidak pindah ke London, melainkan ke Manchester United.

Agen Lukaku, Mino Raiola, Maret lalu mengklaim perpanjangan kontrak kliennya di Everton sebenarnya "telah 99% tuntas".

"Kami menawarinya proposal yang lebih bagus dibandingkan Chelsea dan agennya datang ke Finch Farm untuk meneken kontrak baru itu," ujar Moshiri dalam pertemuan tahunan Everton.

Finch Farm yang disebut Moshiri merujuk ke pusat latihan Everton di kawasan Metropolitan Borough, Knowsley.

"Robert (Elston, Direktur Utama Everton) ketika itu berada di Finch Farm. Semuanya berjalan sesuai rencana dan terdapat beberapa jurnalis di luar kantor kami," ucapnya.

Sebelum meneken kontrak perpanjangan, kata Moshiri, Lukaku menelepon ibunya. Moshiri berkata, setelah itulah Lukaku mengungkapkan dia menerima pesan mistis yang mendesaknya bergabung ke Chelsea.

Moshiri, miliuner kelahiran Iran, membawa dana segar sekitar Rp2,7 triliun ke Everton untuk menutup utang klub berjuluk The Toffees itu.

Hak atas foto PA
Image caption Kedatangan Lukaku ke Manchester United dilanjutkan kepindahan Wayne Rooney ke Everton.

Moshiri berkata, Everton telah menawarkan uang dalam jumlah fantastis agar Lukaku bertahan di Merseyside.

"Persoalan Lukaku bukan tentang uang. Selama saya berstatus pemegang saham mayoritas di Everton, finansial bukanlah isu yang relevan," ujarnya.

"Saya menghabiskan dua musim panas secara sia-sia untuk menahannya di Everton.

"Musim panas lalu kami memberinya tawaran yang lebih menggiurkan daripada Chelsea. Berapapun angka kontrak yang mereka ajukan, Everton dapat menyamainya, tapi Lukaku tetap tidak ingin bertahan di sini," kata Moshiri.

"Jika saya memberitahu Anda jumlah yang kami tawarkan kepadanya, Anda tidak akan percaya. Tapi Chelsea memberinya penawaran yang lebih bagus."

Lukaku menghabiskan libur musim panas lalu di Los Angeles, bersama rekannya yang bermain di Manchester United, Paul Pogba. Moshiri berkata, mustahil meyakinkan Lukaku untuk tetap bermain di Everton.

"Saya mendekati Rom--panggilan Lukaku. Saya menyukai anak muda ini. Dia individu yang menyenangkan. Saya menggunakan seluruh daya tarik saya untuk mempertahankannya, tapi saya kalah mutlak," ujar Moshiri.

"Persoalannya, penalarannya telah hilang. Lukaku berada di LA dan dia jelas tidak akan kembali ke Merseyside," tambahnya.

Hak atas foto PA
Image caption Sebelum bergabung ke Manchester United, Lukaku berlibur bersama Paul Pogba di Amerika Serikat. Semusim sebelumnya, Pogba kembali ke Old Trafford setelah dijual Sir Alex Ferguson ke Juventus.

Moshiri tampaknya baru saja menghadapi hal serupa pada jendela transfer musim dingin ini.

Everton tak mampu mempertahankan Ross Barkley yang pekan lalu hengkang ke Chelsea, meski menolak mahar sebesar US$47 juta atau Rp635 miliar yang diajukan klub asal London pada hari terakhir jendela transfer awal musim, Agustus silam.

Topik terkait

Berita terkait