Olimpiade Musim Dingin: IOC akan cabut larangan bagi Rusia dengan syarat

Rusia Hak atas foto Reuters

Larangan bertanding di Olimpiade bagi tim Rusia akan dicabut jika tidak ada lagi pelanggaran yang dilakukan atlet negara tersebut dalam Pyeongchang 2018, seperti diputuskan Komiter Olimpiade Internasional IOC secara bulat.

Bagaimanapun, IOC mengatakan atlet Rusia tidak akan diizinkan untuk berparade dengan membawa bendera negara mereka dalam upacara penutupan.

Rusia dilarang bertanding karena masalah doping yang disponsori oleh negara dalam Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014.

Pada 2018 ini, tim atlet Rusia yang terdiri dari 168 orang berkompetisi di Korea Selatan sebagai atlet Olimpiade yang tergabung dalam 'tim netral', namun dua orang gagal dalam tes penggunaan obat.

Alexander Krushelnitsky meraih medali perunggu dalam cabang curling campuran tetapi harus menyerahkan medalinya setelah terbukti bersalah melakukan doping, sementara Nadezhda Sergeeva, atlet bobsleigh, dilarang bertanding pada Sabtu lalu.

Presiden IOC Thomas Bach mengatakan kegagalan tes itu "sangat mengecewakan dan mencegah IOC untuk mempertimbangkan pencabutan larangan untuk upacara penutupan".

Namun, mengacu pada dua tes yang positif, Bach menambahkan: "Tidak ada bukti dilakukan doping secara sistemik dan tidak ada bukti keterlibatan Komite Olimpiade Rusia dalam kasus ini."

Keputusan itu dibuat dalam sesi IOC yang ke-132 di Pyeongchang di mana 52 anggota yang hadir mendukung rekomendasi dari dewan eksekutif IOC.

Ketika IOC mengumumkan larangan bagi Rusia pada Desember lalu, Bach mengatakan doping yang dilakukan tuan rumah pada pertandingan Sochi 2014 "merupakan serangan yang tidak terduga terhadap integritas Pertandingan Olimpiade dan olahraga".

Hanya atlet-atlet yang terbukti bersih drai doping yang dapat berkompetisi di Pyeongchang.

Tim OAR merupakan yang terbesar dalam Olimpiade dan sejauh ini memenangkan 16 emdali, termasuk satu medali emas.

Berita terkait