Jelang laga Madrid-Liverpool, Mo Salah diminta tak berpuasa Ramadan dua hari

Mo Salah Hak atas foto Reuters
Image caption Mo Salah diminta tidak puasa selama dua hari agar kondisinya tetap prima menjelang laga final Liga Champions melawan Real Madrid.

Tim teknis Liverpool sudah meminta bintang mereka, Mohamed Salah, untuk tidak berpuasa selama dua hari, sebagai bagian dari persiapan turun di laga puncak Liga Champions melawan Real Madrid.

Mo Salah akan turun membela Liverpool di laga final yang digelar di Kiev, Ukraina, Sabtu (26/05) malam waktu setempat.

Di negara-negara Eropa, puasa Ramadan berlangsung sekitar 18 jam.

Anggota tim teknis Liverpool, Ruben Pons, dalam wawancara dengan salah satu stasiun radio Spanyol, mengatakan bahwa Salah diminta untuk tidak berpuasa.

Ia mengatakan tim Liverpool sudah mengatur nutrisi untuk semua pemain.

"Hari Jumat dan di hari pertandingan (Sabtu, 26 Mei), ia (Mohamed Salah) tidak berpuasa," kata Pons, seraya menambahkan persiapan fisik dan nonfisik Salah untuk terjun di pertandingan final Liga Champions tidak akan terpengaruh dengan puasa Ramadan.

Puasa menjadi salah satu pertanyaan publik, terutama bagi para penggemar Salah dan Liverpool, karena ia dikenal sebagai Muslim yang taat.

Koran Liverpool Echo memberitakan bahwa Salah berpuasa sejak awal Ramadan.

Media di Mesir sebelumnya memberitakan bahwa Salah menolak untuk tidak berpuasa pada hari laga final Champions League.

Dan berikut empat hal tentang Mohamed Salah yang banyak dibicarakan:

Selebrasi sujud syukur

Hak atas foto Reuters
Image caption Aksi sujud syukur Mo Salah yang ia biasanya ia lakukan usai mencetak gol.

Nama Salah meroket, tidak hanya di Inggris tapi juga secara global, setelah ia mencetak 44 gol pada musim 2017-2018 dan membantu mengantarkan Liverpool maju ke babak final Liga Champions, salah satu turnamen antarklub paling bergengsi di dunia.

Salah satu trade mark Salah adalah aksi selebrasi setelah mencetak gol.

Awalnya banyak yang tidak paham dengan aksi selebrasinya tersebut dan mengira Salah mencium lapangan sebagai bentuk kecintaan terhadap klub.

"Itu bukan aksi mencium lapangan ... ini lebih merupakan bentuk sujud syukur kepada Tuhan atas apa yang Ia berikan kepada saya, ya semacam syukur karena saya diberi kemenangan," jelas Salah kepada para wartawan.

"Ini saya lakukan sejak dulu di mana pun saya bermain," kata Salah.

Penggemar 'masuk Islam'

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Mohamed Salah menginspirasi yel-yel "Aku pun akan menjadi Muslim".

Mohamed Salah mendapat tempat tersendiri di kalangan para pendukung Liverpool.

Mereka mengadaptasi lirik lagu "Good enough" karya band Dodgy dari tahun 1996 menjadi dukungan bagi pemain asal Mesir itu.

"Jika dia cukup baik untukmu, dia cukup baik untukku."

"Jika dia menciptakan gol-gol baru, aku pun akan menjadi Muslim."

"Duduk di mesjid, di situlah kuingin berada."

Yel-yel ini menjadi viral dan banyak dibagikan di media sosial dan di situs berbagai video YouTube.

Banyak yang meyakini selebrasi Salah dan yel-yel ini sebagai kampanye positif terhadap Islam dan dalam waktu yang bersamaan dianggap membantu menekan Islamofobia.

You'll Never Walk Alone menjadi You're Nothing Without Allah

Lagu You'll Never Walk Alone (YNWA) identik dengan klub Liverpool sejak diadopsi menjadi 'lagu kebangsaan' Liverpool pada 1960-an.

Sejak itu lagu ini selalu diperdengarkan di markas Liverpool di Anfield sebelum laga dimulai.

Kesuksesan Mohamed Salah dan identitasnya sebagai Muslim membuat YNWA pun juga menjadi You're Nothing Without Allah (Anda Bukan Siapa-siapa Tanpa Allah) dan ini banyak disinggung di media sosial.

Yel-yel Salah diakui oleh grup band James

Selain yel-yel 'Akun akan menjadi Muslim', para pendukung Liverpool juga mengadaptasi yel-yel lain yang secara khusus dipersembahkan kepada Mohamed Salah.

Mo Salah, Mo Salah, Mo Salah… running down the wing! Salah, la, la, la, laaaaa… the Egyptian King! (Mo Salah....Raja Mesir!)

Irama yel-yel ini diambil dari lagu hit band James yang diberi judul Sit Down.

Vokalis dan penulis lagu James, Tim Booth, dalam wawancara yang dimuat di situs resmi Liverpool mengaku pertama kali mendengar yel-tel ini sekitar empat bulan lalu.

Yang menarik, Booth bukan penggemar Liverpool, ia adalah pendukung setia Leeds United.

Meski demikian Booth menaruh hormat kepada para pendukung Liverpool.

"Mereka adalah salah satu pendukung sepak bola terbaik di dunia ... saya salut bagaimana mereka bisa menemukan lagu (yang kemudian diubah menjadi yel-yel)," kata Booth.

Soal lagu Sit Down yang diadaptasi para penggemar Liverpool, Booth mengatakan senang karena begitu banyak orang menyukainya.

Liverpool, sebagai salah satu klub sepak bola terbesar di dunia, bisa memiliki lagu ini, kata Booth.

"Dan ketika Salah menampilkan permainan terbaik, kami jadi ikut berbangga," katanya.

Topik terkait

Berita terkait