Timnas Argentina batal hadapi Israel, Ketua Sepakbola Palestina: “Kartu merah untuk Israel”

A picture taken on June 5, 2018, shows a poster erected on a main street in the West Bank town of Hebron next to a portrait of the Palestinian president Mahmud Abbas Hak atas foto AFP
Image caption Lionel Messi terpampang dalam reklame di Tepi Barat, menyindir laga persahabatan antara Argentina dan Israel.

Tim nasional Argentina dilaporkan batal menggelar pertandingan persahabatan melawan Israel lantaran adanya tekanan politik terkait perlakuan pemerintah Israel terhadap warga Palestina di Gaza.

Ujung tombak timnas Argentina, Gonzalo Higuain, mengatakan menyambut baik pembatalan itu.

"Mereka akhirnya melakukan hal yang benar," kata Higuain kepada saluran olahraga, ESPN.

Pembatalan itu juga marak diberitakan sejumlah media di Argentina. Namun, sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Asosiasi Sepakbola Israel.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dikabarkan telah menelpon Presiden Argentina, Mauricio Macri, guna membujuk Lionel Messi dan kawan-kawan untuk tetap bermain di Jerusalem pada Sabtu (9/6).

Kabar ini disambut gembira warga Palestina di Gaza—kota tempat terjadinya pembunuhan terhadap 120 warga Palestina oleh pasukan Israel dalam unjuk rasa beberapa waktu lalu.

Hak atas foto AFP/MAHMUD HAMS
Image caption Warga Palestina mengantarkan jenazah Razan Al Najjar ke pemakaman, 1 Juni 2018. Razan tewas dibunuh militer Israel dalam unjuk rasa di Gaza.

Di Ramallah, Tepi Barat, Asosiasi Sepakbola Palestina merilis pernyataan berisi ucapan terima kasih kepada timnas Argentina atas pembatalan laga persahabatan dengan Israel.

"Nilai-nilai, moral, dan olahraga telah meraih kemenangan hari ini dan kartu merah diacungkan ke Israel melalui pembatalan pertandingan," kata Ketua Asosiasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, seperti dikutip kantor berita Reuters.

Kelompok pegiat, Avaaz, yang sebelumnya menyeru agar pertandingan itu dibatalkan, mengatakan pembatalan adalah "keputusan etis yang berani".

"Ini membuktikan Argentina paham bahwa tidak ada yang namanya persahabatan jika bermain di Jerusalem, di mana hanya beberapa mil jauhnya sniper Israel menembaki pendemo tak bersenjata," kata Alice Jay, direktur kampanye Avaaz.

Laga melawan Israel semula menjadi pertandingan terakhir Argentina sebelum berkiprah di Piala Dunia 2018.

Berita terkait