Persib akhiri kontrak Michael Essien: 'Saya lebih bagus pulang'

Michael Essien Hak atas foto Getty Images

Kiprah eks bintang Chelsea dan Real Madrid, Michael Essien di klub asal kota Bandung, Persib Bandung, berakhir setelah kontraknya diputus lebih cepat.

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar menyatakan, PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) telah resmi memutus kontrak pemain berstatus marquee player itu pada Selasa malam, 5 Juni 2018.

Pemutusan kontrak itu disebut Umuh selesai dengan cara "sama-sama enak". Bekas Gelandang Chelsea itu dibayar secara penuh oleh manajemen Persib, meski kontrak resminya belum berakhir.

Sebelumnya, Essien dikontrak pada Maret 2017 selama setahun dan diperpanjang hingga musim 2018.

"Ya iya dong dibayar semua, sesuai dengan aturan. Itu 'kan sama-sama enak, dia juga professional," kata Umuh saat dihubungi wartawan di Bandung, Julia Alazka untuk BBC Indonesia, melalui telepon, Kamis (07/06).

Persib Bandung terpaksa melepas Essien karena terganjal regulasi kuota pemain asing di Liga Indonesia musim 2018 ini.

Hak atas foto PERSIB
Image caption Michael Essien berfoto bersama para pengurus Persib Bandung, awal 2017 lalu.

PSSI telah menetapkan kuota empat pemain asing yang terdiri dari tiga pemain asing non-Asia dan satu pemain asing Asia. Kebijakan itu seiring dengan hilangnya aturan soal marquee player.

Lalu, mengapa Essien dipinggirkan? Umuh mengatakan, keputusan itu berdasarkan masukan dari Mario Gomez, pelatih baru Tim Maung Bandung. "Ya, itu kan semua urusan pelatih," ujarnya.

Sosok Jonathan Bauman

Sejauh ini, Persib Bandung memiliki kelebihan pemain asing setelah masuknya Jonathan Bauman yang diposisikan sebagai striker.

Dengan bergabungnya Bauman, Persib memiliki lima pemain asing, yakni Essien, Ezechiel N 'Douassel, Bojan Malisic, dan Oh In Kyun yang mengisi kuota pemain Asia.

Kenyataan ini membuat Praktis harus mendepak salah-seorang diantaranya, dan pilihan akhirnya jatuh pada Essien yang berposisi sebagai gelandang.

Menurut Umuh, pihak manajemen awalnya berniat mempertahankan pemain asal Ghana itu. Namun, menurut Umuh, Essien merasa tidak nyaman dengan kondisinya yang "makan gaji buta", sehingga ia meminta diakhiri kontraknya.

Hak atas foto GLYN KIRK / AFP / GETTY IMAGES
Image caption Michael Essien saat memperkuat Chelsea pada 2009 lalu. Essien tidak memperkuat klub manapun selama enam bulan terakhir.

"Tapi mungkin Essien kesal di sini. Essien pun juga meminta kalau bisa selesaikan sajalah, akan lebih bagus saya pulang ke negara saya. Ya sudah, dari manajemen kita selesaikan saja semua," ungkap Umuh.

Umuh menyebutkan manajemen cukup puas dengan penampilan Essien yang telah menyumbangkan lima gol pada Liga I musim 2017.

Akan tetapi keberadaan Essien tidak mampu membawa Persib Bandung ke peringkat atas dan bahkan mereka melorot ke peringkat bawah - nyaris terdegradasi.

Michael Essien telah dua kali memenangi gelar Liga Primer selama sembilan tahun memperkuat Chelsea, termasuk di bawah asuhan Jose Mourinho pada 2006.

Adapun Persib merupakan juara kompetisi Indonesia Super League pada 2014.

Berita terkait