Piala Dunia 2018: Jerman paling jago adu penalti dan enam hal yang perlu Anda ketahui

Promo image for the World Cup in charts story

Apakah para pemain Jerman memang paling jago dalam urusan tendangan penalti? Seberapa penting posisi tuan rumah untuk memenangi kejuaraan ini? Dan negara mana yang tak pernah absen sejak Piala Dunia digelar di Uruguay pada tahun 1930?

Piala Dunia 2018 di Rusia akan digelar mulai 14 Juni hingga 15 Juli 2018 dan BBC akan menjelaskan tujuh hal penting kejuaraan bergengsi itu yang perlu Anda ketahui:

1. Siapa yang paling sering meraih Piala Dunia?

Brasil berada di puncak, dengan lima kali memenangi tropi Piala Dunia. Terakhir mereka meraihnya pada Piala Dunia 2002 yang digelar di Jepang dan Korea Selatan.

Hak atas foto AFP/Odd Andersen
Image caption Brasil terakhir meraih gelar juara dunia di Piala Dunia 2002 yang digelar di Jepang dan Korea Selatan.

Dimotori legendanya, Pele, Brasil kali pertama meraih juara di Piala Dunia 1958 dan disusul di Piala Dunia 1962 yang digelar di Cile. Delapan tahun kemudian, Pele dkk mengulanginya di Meksiko 1970.

Saat digelar di AS pada 1994, Brasil melalui adu penalti kembali menjadi juara dunia setelah mengalahkan Italia.

Hak atas foto AFP/DANIEL GARCIA
Image caption Di Piala Dunia 1994 yang digelar di AS, Brasil kembali menggondol piala dunia setelah mengalahkan Italia melalui adu penalti. Para pemain Brasil menyerbu kiper Taffarel yang menjadi pahlawan.

Namun ambisi mereka meraih gelar keenam, dengan menjadi tuan rumah kejuaraan itu pada tahun 2014, gagal total setelah dipecundangi Jerman 1-7 di semi final.

Kekalahan menyesakkan itu, yang ditangisi oleh rakyat Brasil, tidak terlepas dari faktor absennya sang bintang, Neymar, akibat cedera.

Tidak ada negara di luar benua Eropa atau Amerika Selatan yang berhasil memenangi kejuaraan yang digelar setiap empat tahun sekali ini.

Dan keberhasilan Jerman, Spanyol dan Italia dalam tiga final terakhir Piala Dunia, membuat benua Eropa memimpin dengan 11 kemenangan, sementara negara-negara Amerika Selatan sembilan kali menjadi juara dunia.

2. Siapa pencetak gol terbanyak?

Mesin gol timnas Jerman, Miroslav Klose, berada di urutan pertama sebagai pencetak gol terbanyak dengan 16 gol di empat ajang Piala Dunia yaitu 2002, 2006, 2010 dan 2014.

Dia gantung sepatu pada tahun 2016, tetapi akan tetap berpartisipasi di Piala Dunia Rusia sebagai anggota staf timnas Jerman.

Hak atas foto Alex Livesey/FIFA
Image caption Miroslav Klose bersama dua putranya setelah berhasil mengantar timnas Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014.

Legenda Brasil, Ronaldo berada di urutan kedua dengan 15 gol, delapan gol di antaranya dia sumbangkan saat Brasil memenangi Piala Dunia 2002 di Korsel dan Jepang.

Adapun pemain Prancis, Just Fontaine memegang rekor untuk gol terbanyak yang dicetaknya dalam satu turnamen. Dia mencetak 13 gol dalam enam pertandingan di Piala Dunia 1958.

3. Siapakah yang berpeluang mencetak gol terbanyak saat ini?

Dari sekian pemain yang telah mencetak 10 atau lebih gol di ajang Piala Dunia, hanya pemain Jerman Thomas Muller yang akan tampil sebagai pemain di Piala Dunia Rusia.

Untuk berada di daftar pencetak gol terbanyak dan menyamai rekor rekannya, Miroslav Klose, Muller harus mengalahkan rekor sebelumnya yaitu lima gol dalam satu turnamen.

Hak atas foto Bongarts
Image caption Akankah Thomas Muller bakal memecahkan rekor Miroslav Klose?

Ujung tombak timnas Kolombia, James Rodriguez, meraih tropi Golden Boot sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2014 lalu, dan berpeluang mengulanginya dalam kejuaraan di Rusia ini.

Dan Rafael Marquez, satu-satunya pemain belakang dalam daftar itu, akan tampil bersama timnas Meksiko dalam Piala Dunia 2018 dengan rekor yang sama seperti yang dilakukan bintang Portugal, Cristiano Ronaldo.

4. Tendangan ke arah gawang jauh menurun

Piala Dunia 2014 adalah rekor terendah dalam hal tembakan ke arah gawang per laga semenjak Piala Dunia 1966, demikian menurut Opta, perusahan asal Inggris dengan spesial memasok data terkait olah raga.

Hak atas foto Hulton Archive
Image caption Laga final Piala Dunia 1966 antara Jerman melawan tuan rumah Inggris diwarnai banyaknya tendangan dari luar kotak penalti.

Meskipun demikian, setiap pertandingan di Piala Dunia 2014 yang, rata-rata terjadi 2,7 gol, adalah yang tertinggi sejak Piala Dunia 1982 di Spanyol.

Dan agaknya ada penurunan dalam jumlah tembakan dari jarak jauh. Contoh yang baik adalah membandingkan ajang final Piala Dunia 2014, antara Jerman melawan Argentina dengan laga Inggris-Jerman Barat di Piala Dunia 1966, seperti dilansir Opta.

Di final Piala Dunia 1966, tembakan dari luar kotak lebih banyak dua kali dibanding tendangan dari dalam kotak penalti.

Bandungkan dengan partai final Jerman-Argentina di Piala Dunia 2014 yang menghasilkan 20 kali tendangan ke arah gawang yang sebagian besar diambil dari dalam area penalti.

5. Pemain yang merumput di Liga Primer Inggris lebih mendominasi

Sejak meraih gelar juara dunia di Piala Dunia 1966, Inggris dalam perjalanannya hanya sekali berhasil melewati babak perempat final yaitu di Piala Dunia 1990.

Tapi kenyataan ini tidak menghentikan pasokan pemain dari negara-negara lain yang selama ini bermain membela klub-klub di Liga Primer Inggris.

Bahkan pemain-pemain top seperti Leroy Sane, Marcos Alonso dan David Luiz dicoret dari timnasnya yang berlaga di Rusia, Liga Primer masih memasok lebih banyak pemain ketimbang liga profesional negara-negara lainnya.

Ada 130 pemain di Piala Dunia 2018 yang terdaftar di klub-klub dari tiga liga papan atas Inggris. Coba bandingkan dengan Liga Spanyol yang menyumbangkan 81 orang pemain dan Liga Jerman yang memasok 67 pemain.

Uruguay, Panama, Arab Saudi dan Rusia adalah negara-negara belum memanggil pemain yang merumput di Liga Inggris.

Inggris juga merupakan satu-satunya negara di mana 23 pemainnya bermain di liga yang sama. Adapun Swedia dan Senegal berada di ujung spektrum yang lain - mereka tidak diperkuat pemain dari liga lokal mereka masing-masing.

6. Apa keuntungan bagi tim tuan rumah?

Tidak seorang pun di Brasil yang mampu melupakan kekalahan pahit saat dua kali menjadi tuan rumah dan gagal total.

Hak atas foto AFP
Image caption Saat menjadi tuan rumah, Brasil kehilangan gelar di Piala Dunia 1950 saat ditaklukkan Uruguay di partai puncak.

Saat menjadi tuan rumah, mereka kehilangan gelar di Piala Dunia 1950 saat ditaklukkan Uruguay di partai puncak. Dan, terakhir, di Piala Dunia 2014, mereka kalah menyesakkkan dan memalukan 1-7 dari Jerman di semi final.

Namun demikian, sebagian besar negara lain tampil lebih baik ketika menjadi tuan rumah. Rusia berharap dapat mengikuti tren seperti itu, asal saja di penyisihan grup, mereka harus mengungguli Uruguay, Mesir dan Arab Saudi.

Jika mereka berhasil melakukannya, Afrika Selatan akan tetap sebagai satu-satunya negara tuan rumah yang tersingkir di babak pertama yaitu di Piala Dunia 2010.

7. Tendangan adu penalti: Jerman paling jago?

Ajang Piala Dunia rasanya tidak akan lengkap tanpa adanya drama adu penalti.

Hanya seorang pemain Jerman yang gagal menendang dari titik penalti, tapi mereka memenangkan semua empat adu penalti sepanjang sejarah Piala Dunia. Semenjak saat itu mereka mencetak 15 gol berturut-turut dari drama adu penalti sejak Piala Dunia 1982.

Hak atas foto Getty/Simon Bruty
Image caption Pemain Jerbar, Andreas Brehme, merangkul kipernya, Bodo Ilgner, setelah berhasil menahan tendangan penalti pemain Inggris di semi final 1990.

Dan tidak mengherankan bagi siapa pun, Inggris adalah tim terburuk dalam sejarah adu penalti Piala Dunia, setelah kalah tiga kali dalam drama itu.

Italia juga kalah dengan cara yang paling kejam, yaitu sebanyak tiga kali, termasuk di partai final Piala Dunia 1994 ketika pemain bintangnya, Roberto Baggio, gagal mengeksekusinya.

Tetapi kemenangan terakhir mereka melalui adu penalti di final Piala Dunia 2006 atas Prancis, justru melalui drama adu penalti.

Berita terkait