Piala Dunia 2018: Tiga pemain Swiss hindari skorsing terkait perayaan gol

Granit Xhaka (left) and Xherdan Shaqiri

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar,

Xhaka (kiri) dan Xherdan Shaqiri merupakan warga keturunan Albania dari Kosovo.

Tiga pemain Swiss, Granit Xhaka, Xherdan Shaqiri, dan Stephan Lichtsteiner luput dari sanksi skorsing setelah FIFA merampungkan penyelidikan terkait perayaan gol ke gawang Serbia dalam laga Grup E Piala Dunia.

Meski terhindari dari sanksi larangan bertanding, Xhaka dan Shaqiri dikenai denda atas 'perilaku tidak sportif' sebesar 10.000 franc Swiss (Rp143 juta). Adapun Lichtsteiner didenda 5.000 franc Swiss (Rp71,5 juta).

Denda dijatuhkan terkait pertandingan babak penyisihan grup melawan Sewrbia, yang dimenangkan Swiss 2-1.

Saat itu, merayakan kedua gol ke gawang Serbia, Xhaka, Shaqiri, dan Lichtsteiner membentuk telapak tangan mereka seperti elang berkepala dua yang merupakan simbol pada bendera Albania.

Xhaka dan Shaqiri merupakan warga keturunan Albania dari Kosovo —kawasan yang mengalami pembasmian etnik Albania oleh Serbia dan diakhiri intervensi militer NATO pada 1999.

Ayah Xhaka menghabiskan waktu selama lebih dari tiga tahun di penjara Yugoslavia sebagai tahanan politik. Adapun Shaqiri dilahirkan di Yugoslavia sebelum hijrah ke Swiss saat kanak-kanak bersama orang tuanya.

Untuk mengingat asal-usulnya, Shaqiri mencantumkan bendera Kosovo di sepatunya.

"Itu hanya emosi. Saya sangat bahagia mencetak gol, tidak lebih. Saya pikir kita tidak perlu membicarakan soal ini sekarang," ujarnya ketika ditanya soal gaya selebrasinya.

Sumber gambar, BBC Sport

Keterangan gambar,

Lichtsteiner melakukan gerakan serupa saat merayakan gol Swiss ke gawang Serbia.

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
Podcast
Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

Protes Serbia

Denda tak hanya dialamatkan ke mereka. FIFA juga menerapkan denda sebesar 5.000 franc Swiss terhadap Ketua Asosiasi Sepakbola Serbia, Slavisa Kokeza, dan pelatih kepala timnas Serbia, Mladen Krstajic, atas komentar mereka seusai menelan kekalahan dari Swiss.

Kepada BBC setelah pertandingan berakhir, Kokeza menuding FIFA bersikap diskriminatif terhadap negaranya.

Tidak berhenti di situ, Asosiasi Sepakbola Serbia turut dikenai denda sebesar 54.000 franc Swiss (Rp774,7 juta) terkait perilaku sejumlah pendukung timnas saat pertandingan berlangsung. Mereka mengusung spanduk bernada diskriminasi dan melemparkan benda-benda.

Koresponden BBC di Jenewa, Imogen Foulkes, mengatakan bahwa sanksi denda terhadap berbagai pihak saat pertandingan Serbia-Swiss menjadi pelajaran berharga.

"Para pemain kini bisa tenang dan fokus pada hal yang lebih bermakna: pertandingan selanjutnya. Namun, bagaimanapun baiknya itu akan berlangsung, mereka telah menerima pelajaran. Khalayak sepertinya tidak akan melihat elang lagi," sebut Foulkes.

Swiss tergabung di Grup E bersama Brasil, Serbia, dan Kosta Rika.

Untuk maju ke babak berikutnya, Swiss hanya perlu meraih hasil imbang melawan Kosta Rika atau jika Serbia kalah dari Brasil.