Prancis vs Argentina: Laga dua tim unggulan yang 'loyo' di penyisihan grup

Griezmann dan Messi Hak atas foto AFP
Image caption Prancis dan Argentina akan menggantungkan kepada Griezmann dan Messi untuk bisa lolos ke perempat final.

Pertandingan Prancis melawan Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2018, hari Sabtu (30/06), adalah laga dua mantan juara, yang sejauh ini belum bisa membuktikan bahwa mereka adalah tim papan atas.

Prancis, salah satu tim unggulan, di babak penyisihan Grup C, meski tak pernah mencatat kekalahan, hanya mampu mencectak tiga gol.

Padahal di skuat ini terdapat penyerang seperti Antoine Griezmann, Kylian Mbappe dan Olivier Giroud.

Sementara di depan tumpul, barisan tengah dianggap tak kreatif menciptakan peluang, yang kesemuanya menjawab pertanyaan mengapa di babak penyisihan grup, Prancis hanya bisa menyarangkan tiga gol.

Bandingkan misalnya dengan Belgia dan Inggris yang masing-masing berhasil mencetak sembilan dan delapan gol.

Meski belum menampilkan permainan terbaik, pelatih Prancis, Didier Deschamp, bersikeras akan bisa melewati Argentina.

Hak atas foto AFP
Image caption Messi gagal mengeksekusi tendangan penalti saat bertanding melawan Islandia.

"Kompetisi yang sesungguhnya baru dimulai sekarang, yang memakai sistem gugur. Kami telah mencapai tujuan (lolos dari grup), sekarang tantangan besar ada di depan mata, tapi kami ada di sini dan siap untuk maju ke babak berikutnya," kata Deschamp.

Prancis mencatat prestasi yang mengesankan dalam beberapa turnamen besar.

Di Piala Euro 2016 mereka masuk ke final, sementara di Piala Dunia 2014 mereka masuk ke perempat final, kalah 0-1 dari Jerman, negara yang akhirnya tampil sebagai juara.

Bagaimana dengan Argentina?

Argentina harus berjuang keras untuk lolos dari grup D.

Di grup ini, Argentina diadu dengan Kroasia, Nigeria, dan Islandia. Di atas kertas, sebagai tim unggulan, Argentina mestinya tak akan kesulitan masuk ke babak 16 besar.

Kenyataannya, Argentina hanya bermain imbang 1-1 saat menghadapi Islandia dan kalah telak 0-3 dari Kroasia.

Kepastian maju ke 16 besar didapat setelah menang 2-1 atas Nigeria. Dua gol, masing-masing melalui Lionel Messi dan Marcos Rojo.

Fakta bahwa Argentina teseok-seok di babak penyisihan grup menunjukkan bahwa tidak ada keseimbangan dalam tim. Usia rata-rata pemain yang tak lagi muda juga menjadi salah satu faktor mengapa Argentina kurang dinamis.

Argentina sangat menggantungkan dari Messi, bintang sepak bola yang sudah menginjak usia 31 tahun.

Mantan pemain Prancis, Marcel Desailly, kepada koran Inggris The Guardian, mengatakan bingung mengapa Messi tak bisa berbuat banyak bagi timnas Argentina.

"Kami tahu Messi itu pemain besar, tapi kami bingung," kata Desailly.

"Messi itu murni produk Barcelona... ia kacau kalau dimainkan bersama tim Argentina," katanya.

Persoalan dengan pemain bintang sekelas Messi adalah, satu gol darinya cukup untuk bisa membalikkan keadaan. Gol penting bisa mengubah jalannya pertandingan.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Prancis hanya mencetak tiga gol di babak penyisihan Grup C Piala Dunia 2018.

Oleh karena itu, mantan pemain Prancis, Marius Tresor, meminta agar para pemain Prancis menetralkan Messi.

"Menghadapi Messi, Prancis harus bermain cerdik," kata Tresor kepada kantor berita AFP.

Di lapangan tengah, Prancis harus memanfaatkan N'Golo Kante untuk menghentikan laju Messi.

"Messi suka bergerak ke mana-mana, Jadi Prancis harus bisa mematikan gerakannya," kata Tresor.

Di Piala Dunia 2014, Argentina maju ke final setelah menundukkan Belanda 4-2 melalui adu penalti di babak empat besar.

Di laga puncak, Argentina dikalahkan Jerman 1-0.

Pada Piala Dunia 2018, Jerman terpaksa angkat kaki, setelah tak bisa lolos dari babak penyisihan Grup F.

Berita terkait