Semifinal Prancis-Belgia: 'Keanehan' Thierry Henry dan kostum Prancis milik Hazard

preview Belgia vs Prancis Hak atas foto FIFA/Getty Images

Laga semi final Piala Dunia 2018 yang digelar Rabu (11/07) dini hari WIB akan menghadirkan juara Piala Dunia 1998, Prancis, melawan tetangga mereka, yaitu tim 'generasi emas' Belgia.

Keduanya adalah tim favorit untuk memenangi turnamen bergengsi ini, tetapi hanya salah-satu di antara mereka yang bakal tampil di partai final di Moskow.

Mereka akan bermain habis-habisan sebelum menantang pemenang partai semi final lainnya, Inggris lawan Kroasia, yang digelar Kamis (12/07) dini hari.

Siapa yang akan menang dalam pertandingan antar negara tetangga ini? Prancis atau Belgia?

Laga dua gaya bermain yang berbeda?

Kehadiran pemain seperti Romelu Lukaku, Eden Hazard, Kevin de Bruyne, Antoine Griezmann, Kylian Mbappe dan Paul Pogba, menunjukkan bahwa baik Prancis maupun Belgia memiliki sejumlah pemain depan paling berkualitas.

Tetapi manajer kedua tim, Didier Deschamps dan Roberto Martinez, menggunakan cara berbeda dalam memberdayakan barisan penyerangnya itu.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps -yang berambisi meniru Mario Zagallo dan Franz Beckenbauer yang berhasil merebut Piala Dunia, baik sebagai pemain maupun pelatih- acap dikritik karena gagal memunculkan potensi yang dimiliki para pemainnya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Didier Deschamps, pelatih timnas Prancis.

Penampilan kurang tajam anak asuhnya selama penyisihan grup adalah buktinya. Mereka baru mencetak gol kemenangan 2-1 atas Australia menjelang bubaran, demikian pula saat menekuk Peru 1-0, serta saat bermain imbang tanpa gol dengan Denmark.

Barulah saat menghadapi di Argentina di babak 16 besar, Les Blues -julukan timnas Prancis- tampil memukau, dengan hasil akhir 4 - 3, tapi gaya permainan yang diracik Deschamps tetap tidak lepas dari kritim

"Jika Anda berburu kemenangan dengan skor 5-0, jangan datang ke Piala Dunia, Anda tidak akan meraihnya," katanya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Roberto Martinez, pelatih timnas Belgia.

Pada saat Deschamps tidak selalu mendapat sorotan positif dalam pemberitaan media, sentuhan Roberto Martinez sebagai manajer timnas Belgia nyaris tanpa cacat.

Penunjukannya sebagai pelatih Belgia sangat mengejutkan, setelah dia dipecat sebagai pelatih Everton tiga bulan sebelumnya. Tetapi kehadirannya bersama timnas Belgia justru berdampak besar.

Selama melatih timnas Belgia, Martinez tidak pernah mengalami kekalahan. Kekalahannya terakhir saat Everton digilas Sunderland 3-0 pada Mei 2016.

Martinez membawa Belgia meraih 19 kemenangan dan lima kali imbang, dan puncaknya saat mereka mengalahkan Brasil 2-1 dalam laga yang mengesankan di perempat final.

Hak atas foto AFP
Image caption Pemain Belgia berlatih menjelang laga melawan Prancis di semi final.

Usai mengalahkan Brasil, mantan kapten timnas Inggris Alan Shearer mengomentari penampilan Belgia: "Pertanyaannya adalah apakah tim yang Anda latih saat ini hanyalah kumpulan para individu atau tim yang menyatu? Shearer menjawab pertanyaannya sendiri: Martinez berhasil menyatukan mereka."

"Keberhasilan untuk menyatukan itu harus datang dari manajer. Inilah perbedaan Belgia dua tahun silam dan sekarang," tambah Shearer.

Saatnya mengantarkan 'generasi emas'

Inggris tentu saja mengetahui semuanya tentang betapa sulitnya menyatukan para pemainnya yang pernah masuk kategori 'generasi emas'.

Mereka gagal memenangkan trofi internasional, tetapi Belgia saat ini sepertinya bakal menerima hadiah terbesar melihat perjalanan generasi emasnya.

Tim Setan Merah - julukan timnas Belgia - memenangkan semua laga di babak penyisihan grup, dan membalik keadaan setelah tertinggal 0-2 dari Jepang di babak 16 besar, serta akhirnya menundukkan Brasil 2-1.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Playmaker Belgia, Eden Hazard, berusaha melewati pemain belakang Brasil di perempat final.

Di Piala Dunia 2014 dan Piala Eropa 2016, mereka menembus perempat final. Jadi, apakah saat ini para pemain berbakat itu bakal meraih prestasi yang lebih tinggi? Juara Dunia baru?

"Semua orang harus memahami bahwa dari jumlah penduduk Belgia yang sebesar 11 juta," ungkap Martinez, "kehadiran tim yang sekarang bukanlah terjadi secara alamiah."

"Di negara ini, ada struktur yang sangat jelas dalam sepakbola profesional di Belgia. Mereka sangat fokus mengembangkan para pemain berbakatnya."

Terasa 'Aneh' Thierry Henry berniat hempaskan Prancis

Ada alur cerita lainnya yang barangkali paling menarik dari laga semi final nanti malam.

Thierry Henry, yang lahir di dekat kota Paris dan mencetak 53 gol dalam 123 penampilannya bersama timnas Prancis, sekaligus memenangkan Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

Hak atas foto Getty Images
Image caption "Kehadiran Thierry Henry sangat penting bagi kami," kata bek Belgia, Toby Alderweireld.

Tapi, Thierry Henry sekarang justru berencana mengalahkan negara asalnya, Prancis, karena posisinya sebagai asisten manajer timnas Belgia.

"Kehadiran Thierry Henry sangat penting bagi kami," kata bek Belgia, Toby Alderweireld. "Dia mengisahkan pengalamannya dahulu dan itu yang menginspirasi kami."

"Jika dia mengatakan sesuatu, itu selalu membantu kami. Pengalamannya sebagai pemain, perannya mengantar Prancis menjadi juara dunia, itu semuanya memberikan nuansa positif."

Hak atas foto DANIEL GARCIA/AFP
Image caption Deschamps dan Henry (kanan) saat membela Prancis di Piala Dunia 1998.

Dan pada Rabu dini hari, kehadiran Henry bersama timnas Belgia membuatnya berhadapan dengan mantan rekan setimnya, Didier Deschamps. Bersama keduanya, Prancis tidak pernah kalah dalam 21 pertandingan.

Dan Deschamps mengatakan: "Agak 'aneh' memang melihat posisinya yang sekarang berada di pihak lawan. Tapi saya hargai posisinya dan saya senang."

Gelandang Belgia, De Bruyne meyakini Henry "ingin kami meraih juara ". Tetapi pemain belakang Prancis, Lucas Hernandez, menganggap situasi Henry agak dilematis saat anak asuhnya menghadapi asal negaranya, Prancis.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Timnas Prancis saat mengalahkan Uruguay di perempat final.
Hak atas foto Getty Images
Image caption Tim Belgia saat mengalahkan Brasil.

"Semua orang Prancis mengenalnya, dan dia adalah pemain hebat," kata Hernandez.

"Tapi jika kami menang, saya yakin dia juga akan senang karena dia orang Prancis."

'Laga derbi antar sahabat'

Pertemuan Prancis-Belgia merupakan laga pertama kali antara dua negara yang berbatasan langsung sejak 1986, ketika Jerman Barat bertemu Prancis.

Playmaker Belgia, Eden Hazard, lahir di Perancis utara, dan surat kabar Le Soir menyebut sosoknya sebagai "orang Belgia yang paling Prancis". Foto yang beredar di media sosial memperlihatkan Hazard dan saudara-saudaranya di masa kanak-kanak mengenakan kostum Prancis.

Hak atas foto Twitter/Cultifoot
Image caption Eden Hazard (kanan) dan dua saudaranya mengenakan kostum timnas Prancis

Le Soir menggambarkan pertandingan nanti malam sebagai "laga derbi antar sahabat", seraya menambahkan: "Ini derbi ke-74 antara Prancis dan Belgia akan digelar dalam atmosfir yang menyenangkan di lingkungan wilayah itu."

Di desa Warneton, yang wilayahnya melintasi perbatasan Prancis-Belgia, warganya dihadapkan pada pilihan yang sulit.

"Saya pikir kami akan mendukung Prancis, tetapi juga Belgia, karena semua adalah kawan kami," kata salah-seorang penduduk kepada France3. Yang lain berkata: "Kami senang karena kami mendukung keduanya, apalagi salah-satunya akan melanjut ke final. Itu hebat!"

Para pemain kunci

Antoine Griezmann lawan Romelu Lukaku

Di Piala Eropa 2016, penampilan Griezmann bersama timnas Prancis sangatlah bersinar. Pemain Atletico Madrid ini mencetak enam gol di kejuaraan antar negara Eropa itu sekaligus memenangkan Golden Boot saat timnya meraih juara dua di belakang Portugal.

Kali ini sepertinya Griezmann akan melangkah lebih jauh.

Di Rusia, Griezmann telah mencetak tiga gol, sementara Romelu Lukaku mencetak empat gol. Adapun ujung tombak Inggris, Harry Kane, sudah mengumpulkan enam gol.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Romelu Lukaku
Hak atas foto Getty Images
Image caption Antoine Griezmann

Griezmann telah mencetak tujuh gol dalam enam laga terakhir di turnamen besar, sementara Lukaku sudah mencetak 17 gol dalam 19 pertandingan bersama timnas Belgia.

Kylian Mbappe lawan Eden Hazard

Mbappe, yang masih berusia 18 tahun, mampu tampil brilian dalam laga fantastis melawan Argentina yang berakhir 4-3.

Pemain Paris St-Germain itu menghancurkan pertahanan tim Argentina - dengan kecepatan larinya dan dua gol yang disumbangkannya serta satu dari titik penalti.

Sebelumnya, saat usianya menginjak 18 tahun 18 hari, dia membobol gawang Peru sehingga menjadikannya sebagai pemain termuda dalam perjalanan sepak bola Prancis yang mencetak gol di turnamen besar.

Sementara itu, kapten Belgia Eden Hazard, sejauh ini sudah menyumbang dua gol dan dua umpan yang berbuah gol.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kylian Mbappe
Hak atas foto Getty Images
Image caption Eden Hazard

Kedua pemain ini memiliki keahlian dalam menggiring bola. Keduanya juga disebut sebagai pemain teratas dalam kemampuan menggiring bola.

"Saat masih kanak-kanak dia selalu melihat penampilan saya dalam video," kata Hazard kepada RMC Sport. "Sekarang, dia tampil memukau. Saya sangat menghormati apa yang sudah dia capai."

Paul Pogba lawan Kevin de Bruyne

Perang bakal terjadi di lapangan tengah yang melibatkan dua bintang yang memperkuat dua klub berbeda di Manchester, Inggris.

Pemain tengah Manchester United, Paul Pogba, bakal mengerahkan kemampuannya menyihir lapangan tengah dan bersaing dengan rivalnya yang memperkuat Manchester City, Kevin de Bruyne.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kevin de Bruyne
Hak atas foto Getty Images
Image caption Paul Pogba

Berita terkait