Piala Dunia 2018: Meski kalah dari Prancis, timnas Belgia ‘punya masa depan cerah’

belgia, prancis Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Eden Hazard bersalaman dengan Samuel Umtiti, pencetak satu-satunya gol Prancis ke gawang Belgia.

Meskipun kalah 1-0 dari Prancis pada laga semi final Piala Dunia 2018, masa depan tim nasional Belgia cukup cerah, kata pelatih Roberto Martinez.

Pria asal Spanyol yang memperpanjang kontraknya selama dua tahun mendatang pada Mei lalu itu mengatakan anak-anak asuhannya harus bangkit setelah tersingkir dari pentas sepak bola paling akbar tersebut.

Sebelum angkat koper, tim berjuluk 'generasi emas' itu terlebih dulu menghadapi siapapun yang kalah pada laga semi final antara Inggris dan Kroasia, dalam perebutan posisi tiga pada Sabtu (14/7).

"Kami perlu fokus pada pertarungan terakhir untuk posisi ketiga. Setelah itu kami akan kembali berpadu," tegas Martinez.

Ditanya soal kekalahan dari Prancis, Martinez mengaku sangat kecewa.

"Kekecewaan saya sangat besar. Suasana ruang ganti kini menjadi sedih," ungkapnya.

"Perbedaan antara kalah dan menang terletak pada situasi bola mati. Sedemikian ketatnya pertandingan tadi. Saya bangga pada pemain-pemain saya. Kami telah memberikan segala yang kami punya. Kami harus mengucapkan selamat kepada Prancis dan semoga mereka mendapat yang baik untuk final," papar Martinez.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Pelatih Belgia, Roberto Martinez (kanan), menghibur Yannick Ferreira-Carrasco setelah pertandingan melawan Prancis.

Soal kiprah Belgia, pria yang telah mengantarkan Kevin de Bruyne dan kawan-kawan melaju dalam 24 pertandingan tanpa kalah ini mengatakan masa depan negara itu cukup cerah.

"Sepak bola Belgia punya kekayaan talenta muda yang bakal pentas," ujarnya.

"Kami perlu mencermati generasi muda dan mencoba menjadi lebih kuat dari turnamen ke turnamen. Pada posisi saat ini, saya menatap Piala Eropa 2020 sehingga ini bukan saat yang tepat untuk membuat penilaian," sambungnya.

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Kevin de Bruyne dan Eden Hazard bakal berusia 31 tahun. Adapun Romelu Lukaku akan berumur 29 tahun, dan kiper Thibaut Courtois akan berumur 30 tahun.

'Kami bisa mendaki gunung'

Di lain pihak, pelatih Prancis, Didier Deschamps, mengatakan saatnya telah tiba untuk menulis "halaman baru yang indah".

Deschamps tentu merujuk pada kemenangan Prancis atas Belgia sekaligus kemungkinan 'Les Bleus' menjadi juara dunia untuk kali kedua sejak 1998.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, menyatakan kekalahan pada Piala Eropa dua tahun lalu menjadi penyemangat anak-anak asuhnya.

Pada saat Prancis menjadi kampiun pada 1998, Deschamps adalah kapten timnas Prancis.

"Saya tidak pernah menyebut sejarah saya. Mereka sudah tahu itu. Beberapa di antara mereka belum lahir, tapi mereka sudah melihat foto-fotonya. Saat ini ceritanya berbeda. Saya tidak bisa membandingkan dan tidak bisa berbincang dengan mereka mengenai pemain dari 10 atau 20 tahun lalu.

"Inilah saatnya menulis halaman baru yang indah. Seseorang hidup pada jamannya, kita tidak bisa menengok ke belakang dan terus melihat apa yang terjadi di spion," papar Deschamps.

Pria itu mengatakan bahwa kekalahan dari Portugal pada Piala Eropa dua tahun lalu menjadi cambuk bagi para pemainnya untuk tampil trengginas pada final Piala Dunia ini.

"Saya di sana dua tahun lalu dan (kekalahan) itu terasa sangat menyakitkan sehingga mereka ingin merasakan kemenangan.

"Kami harus melakukan segalanya dengan benar dan memastikan yang terjadi dua tahun lalu tidak terjadi lagi. Dengan kekuatan pikiran, kami bisa mendaki gunung dan itulah yang telah kami lakukan," ucap Deschamps.

Partai final Piala Dunia yang mempertemukan Prancis dan pemenang laga Inggris-Kroasia akan digelar pada Minggu (15/7), pukul 22.00 WIB.

Berita terkait