Asian Games: Pesilat Yudani Hanifan peluk Presiden Jokowi dan Prabowo

prabowo, jokowi Hak atas foto Biro Setpers Kepresidenan

Pesilat putra, Yudani Kusumah Hanifan, merayakan raihan medali emas ke-29 untuk Indonesia dengan naik ke tribun kehormatan kemudian memeluk Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Yudani mengalahkan pesilat Vietnam, Nguyen Thai Linh pada kategori tarung putra kelas 55-60kg.

Kegembiraan kubu Indonesia dilengkapi oleh pesilat putri, Wita Wewey, yang meraih medali emas ke-30 pada kategori tarung kelas 50-55kg, dengan mengalahkan pesilat Vietnam, Tran Thi Them.

Medali emas ini adalah yang ke-14 yang didulang cabang Pencak Silat. Ini artinya pencak silat telah memborong medali emas dari semua partai final yang diikuti hingga Rabu (29/8).

Hak atas foto Biro Setpers Kepresidenan
Hak atas foto Antara/Melvinas Priananda
Image caption Pesilat putra, Yudani Kusumah Hanifan, meraih medali emas ke-29 untuk Indonesia.

Sebelumnya, pesilat putri Indonesia, Kamelia Pipiet, mempersembahkan emas ke-28 pada kategori tarung kelas 60-65kg setelah mengalahkan pesilat putri Vietnam, Nguyen Thi Cam Nhi.

Kemudian, Pramudita Yuristya, Lutfi Nurhasanah, dan Gina Tri Lestari berhasil menyumbangkan medali emas ke-27 untuk Indonesia pada nomor tim putri.

Ketiganya meraih 466 poin, unggul dua poin dari trio Vietnam yang berada di peringkat dua.

Pada upacara pengalungan medali, Prabowo Subianto hadir dan mengalungkan medali untuk mereka. Untuk diketahui, Prabowo adalah Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat).

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sang Ayu Ketut Sidan Wulantari dan Ni Made Dwiyanti berlaga pada ajang Asian Beach Games 2008 di Bali.

Masih pada Rabu (29/8), dua atlet pencak silat putri, Sang Ayu Ketut Sidan Wulantari dan Ni Made Dwiyanti, menyumbangkan medali emas pada nomor ganda putri.

Atlet pencak silat, Sugianto, juga merebut medali emas dalam pertandingan nomor tunggal putra.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Sugianto mempersembahkan emas ke-25 untuk Indonesia.

Pada Selasa (28/8), ganda putra Indonesia Gideon Marcus/Kevin Sukamuljo menyumbang emas ke-24 untuk Indonesia, setelah mengalahkan ganda putra Indonesia lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dalam tiga game.

Dalam laga yang berjalan sengit, pasangan Gideon/Kevin mengungguli Fajar/Ardianto dalam tiga game 13-21, 21-18, 24-22 di Istora Senayan, Jakarta.

Hak atas foto Instagram
Image caption Pesilat putra, Yudani Kusumah Hanifan, memeluk Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersamaan.

"Kita cuma berusaha menjaga kondisi sebaik mungkin, dan semaksimal mungkin di lapangan," kata Kevin Sukamuljo usai laga.

Adapun Gideon Marcus mengakui pasangan Fajar/Ardianto bermain "luar biasa sehingga susah banget melewatinya".

Hak atas foto AFP

Ini merupakan emas kedua yang disumbangkan cabang bulutangkis, setelah sebelumnya disumbangkan oleh pebulutangkis Jonatan "Jojo" Christie yang mengalahkan pemain Taiwan, Chou Tien Chen di final tunggal putra bulutangkis, Selasa (28/08), dalam tiga gem 21-18, 20-22, 21-15.Medali emas yang diraih Jojo ini merupakan emas pertama Indonesia dari cabang bulutangkis.

Ini sekaligus emas ke-27 tim bulutangkis Indonesia dalam sejarah perjalanan Asian Games.

"Kita harus mulai awal lagi, saya dan tim tunggal putra harus siap dalam laga berikutnya," kata Jonatan Christie usai laga.

Hak atas foto ANTARA FOTO/INASGOC/Puspa Perwitasari
Image caption Jonatan Christie memenangkan emas pertama bulutangkis Indonesia di Asian games 2018 ini.

Jojo juga mengucapkan terima kasih kepada semua warga Indonesia yang memberikan dukungan.

Dan, usai menyudahi laga final, Jojo langsung melepaskan kaos yang dikenakannya.

Perolehan 24 medali emas ini merupakan capaian terbaik Indonesia sepanjang perjalanannya dalam mengikuti ajang Asian Games.

Indonesia masih berpeluang memperoleh emas kedua Selasa (28/8) ini lewat voli pantai putera.

Di final yang berlangsung di Palembang, pasangan Indonesia Ade Chandra dan Mohammad Ashfiya akan menghadapi pasangan Qatar Ahmed Janko-Cherif Samba.

Perak dari voli pantai, sepak takraw dan panahan

Bulutangkis unggal putera juga mengoleksi medali perunggu melalui Anthony Ginting, yang di semi final ditaklukkan Chou Tien Chen.

Di hari ke 10 Asian games 2018 ini, Indonesia juga menambah tiga perak dan satu perunggu lain melalui bola voli pantai sepak takraw dan panahan.

Pasangan voli pantai putra Ade Chandra dan Mohammad Ashfiya memperoleh perak setelah dipaksa mengakui keunggulan pasangan Qatar, Ahmed Janko-Cherif Samba dalam dua set langsung.

Tim sepak takraw putra harus puas dengan perak, setelah dalam pertandingan final dikalahkan Malaysia dalam tiga set.

Hak atas foto ANTARA FOTO/INASGOC/Nafielah Mahmudah
Image caption Membuka kaus sesudah kemenangan menjadi ciri khas Jojo sekarang ini.

Sementara panahan menyumbang satu emas dan satu perak.

Diananda Choirunisa, gagal merebut emas setelah kalah dari atlet Cina, Zhang Xinyan, di final di nomor recurve perorangan putri, yang berlangsun di Lapangan Panahan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan

Dalam pertandingan itu Diananda kalah telak 3-7.

Sementara di nomor yang sama di kategori putra, Ega Agatha menyabet medali perunggu setelah mengalahkan Ilfat Abdullin dari Kazakhstan, 6-2 dalam perebutan tempat ketiga.

Dua emas dari panjat tebing

Sebelumnya, Indonesia berhasil meraih 22 medali emas setelah cabang olah raga panjat tebing menyumbang dua emas tambahan melalui nomor kecepatan regu putra dan putri di Jakabaring Sport City, Palembang, Senin (27/08) malam.

Di nomor kecepatan estafet, kuartet putri Puji Lestari, Fitriyani, Aries Susanti Rahayu, Sallsabillah Rajiah, meraih emas dengan mengalahkan tim Cina di final.

Sementara di nomor kecepatan estafet regu putra, Indonesia memborong emas dan perak setelah meloloskan dua tim Indonesia ke final. Emas disabet Tim Indonesia satu, Sufriyanto Rindi, Hinayyah Muhammad, Dzar Yulianto Abu, serta Leonardo Veddriq.

Sebelumnya, atlet panjat tebing putri, Aries Susanti Rahayu, telah menyumbang emas pertama panjat tening nomor tunggal. Dengan demikian, cabang panjat tebing sudah menyumbangkan tiga emas.

Pencak Silat sapu bersih medali emas

Hari ke-sembilan, Senin (27) kemarin, memang merupakan hari panen emas bagi indonesa.

Sebelum dua emas panjat tebing, Indonesia mendulang delapan emas setelah menyapu bersih semua nomor pencak silat di final yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Senin (27/8).

Betapapun, aksi sapu bersih ini diwarnai protes pesilat asal Malaysia, Faizul M Nasir, yang dinyatakan kalah telak 5-0 dari pesilat Indonesia Abdul Malik di nomor 50-55 kg.

Dengan pencapaian ini, Indonesia mantap di posisi ke-empat klasemen umum, meninggalkan Iran. Tiga raksasa Asia, yang sementara ini menempati posisi tiga besar adalah Cina, Jepang dan Korea Selatan.

Hak atas foto Instagram/JawaraSilat
Image caption Emas ke-19 diperoleh Monita Sarah Tria setelah mengalahkan lawannya, Nong Oy Vongphakdy dari Laos di final nomor 55-60 kg putri.

Bagi Indonesia, ini adalah prestasi Asian Games terbaik sepanjang masa, melampaui pencapaian Asian Games 1962. Ketika itu Indonesia juga menjadi tuan rumah dengan menyabet 11 emas.

Di Asian Games 2018 Jakarta Palembang, hingga saat ini urutan tiga teratas masih ditempati oleh raksasa olahraga Asia, Cina, Jepang, serta Korea Selatan.

PEROLEHAN MEDALI ASIAN GAMES 2018
KONTINGEN EMAS PERAK PERUNGGU
CINA 100 65 48
JEPANG 48 45 62
KOREA SELATAN 35 40 49
INDONESIA 30 22 35
IRAN 17 16 16
TAIWAN 13 15 21

Topik terkait

Berita terkait