Atlet Palestina, mimpi ke Asian Games terkubur gara-gara peluru Israel

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Asian Games: Peluru yang hancurkan mimpi pesepeda Palestina

Asian Games yang tengah berlangsung di Jakarta dan Palembang menjadi mimpi atlet Palestina untuk bisa tampil namun mimpi itu terkubur akibat peluru Israel yang membuatnya kehilangan kaki.

Alaa Al-Daly, atlet balap sepeda, ditembak kakinya dalam demonstrasi di Jalur Gaza yang menyebabkan harus diamputasi.

Namun ia bertekad untuk tetap melanjutkan ambisinya sebagai atlet walaupun hanya dengan satu kaki.

"Kekuatan saya ada di kaki saya. Semua mimpi saya tergantung pada kaki saya," kata Alaa.

Image caption Kaki Alaa Al-Daly diamputasi setelah tertembak peluru tentara Israel.

"Saya tak mengira ini akan terjadi, luka-luka yang saya derita menghancurkan karir saya," katanya.

Asian Games diikuti oleh 18.000 atlet dari lebih 40 negara, dan berlangsung dari 18 Agustus sampai 2 September.

Kontingen Palestina terdiri dari lebih 80 atlet dan bertanding di 14 cabang olah raga.

Image caption Alaa Al-Daly bertekad untuk tetap melanjutkan karirnya di balap sepeda.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan ajang Asian Games juga merupakan pemersatu karena dihadiri oleh dua fraksi Palestina, Fatah dan Hamas.

"Kontingen Palestina tak hanya terdiri dari Fatah, namun juga Hamas. Ini menunjukkan bagaimana olahraga merupakan elemen pemersatu di tengah perbedaan. Ini merupakan momentum besar untuk menyatukan Palestina," kata Retno dalam pernyataan yang dikeluarkan Sekretariat Kabinet.

Tim Palestina disambut tepukan meriah dalam upacara pembukaan di Jakarta pada Sabtu (02/08).

Terus ikut lomba dengan satu kaki

Image caption Alaa cukup berprestasi sebagai atlet balap sepeda sebelum peluru Israel menghancurkan mimpinya.

Pada tanggal 30 Maret lalu, Alaa ikut serta dalam demonstrasi yang disebut "Pawai Besar untuk Kembali" di perbatasan Gaza-Israel.

Alaa mengatakan ia ikut dalam protes damai itu dan berada sekitar 150m-200 meter dari perbatasan saat ditembak.

"Kaki saya luka parah, dan dokter mengatakan mereka harus mengamputasinya. Saya minta kepada dokter, bila ada peluang satu persen sekalipun, tolong selamatkan kaki saya," cerita Alaan.

Namun kakinya tak bisa diselamatkan.

Para pejabat kementerian kesehatan di Gaza mengatakan lebih dari 160 warga Palestina tewas di tangan pasukan Israel sejak 30 Maret, sebagian besar adalah pengunjuk rasa.

Israel menyatakan pasukannya bertindak sesuai prosedur

Image caption Alaa menunjukkan peluru yang menghancurkan kakinya.

Lebih dari 18.000 terluka dan lebih dari 60 harus diamputasi dalam demonstrasi itu.

Satu tentara Israel ditembak mati oleh penembak jitu Palestina dalam periode itu.

Kelompok hak asasi manusia menuduh tentara Israel menggunakan kekerasan yang berlebihan untuk mengusir para pengunjuk rasa.

Image caption Alaa kembali latihan naik sepeda dengan hanya satu kaki.

Namun Israel mengatakan, pasukannya melepaskan tembakan untuk membela diri dan warga Palestina menyusup ke wilayah mereka.

"Pasukan Israel bertindak sesuai dengan standar operasional dalam situasi itu. Tentara menggunakan amunisi sebagai cara terakhir, menurut ketetapan itu," kata Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam satu pernyataan kepada BBC.

"IDF bertekad akan mencegah penyusupan ke wilayah Israel dan melindungi warga Negara Israel," tambah pernyataan itu.

Israel menuduh kelompok militan Hamas yang mendominasi Gaza mengorganisir kerusuhan. Namun Hamas menyanggahnya.

Alaa sendiri bertekad untuk tetap melanjutkan karirnya sebaai atlet sepeda.

"Saya naik sepeda untuk berangkat kerja dan saya mulai latihan lagi. Saya juga berupaya membentuk tim yang terdiri dari mereka yang kakinya diamputasi," kata Alaa.

"Saya akan terus ikut lomba dengan satu kaki. Saya bertekad untuk melanjutkan apa yang saya lakukan dulu," tambahnya.

Berita terkait