Jaga momentum Asian Games, anggaran diharap tak jadi ganjalan

Asian Games Hak atas foto ANTARA FOTO/INASGOC/Darmawan
Image caption Defia Rosmaniar meraih satu-satunya medali emas Indonesia dari cabang taekwondo, olahraga yang akan dipertandingkan di Olimpiade 2020.

Sejumlah atlet dan tim pelatih yang sukses meraup medali dalam Asian Games 2018 berharap pemerintah memperpendek jenjang birokrasi penyaluran anggaran olahraga.

Pembinaan berbiaya pas-pasan diprediksi bakal mengandaskan momentum kebangkitan olahraga Indonesia, yang untuk pertama kalinya masuk empat besar Asian Games sejak 1962.

"Kalau menunggu pemerintah, proses pencairan anggaran lama," kata Caly Setiawan, Ketua Tim Pelatih Tim Nasional Panjat Tebing, Minggu (02/09).

Caly menuturkan, anak-anak asuhnya sulit mendapatkan hand holds atau pegangan dinding berkualitas. Ia mengatakan pegangan yang digunakan para atletnya selama ini berbeda dengan standar umum kompetisi internasional.

Agar pelatihan terus bergulir saat anggaran pemerintah tertahan, Caly menyebut tim panjat tebing harus mencari sponsor untuk membeli peralatan.

"Harganya mahal. Kalaupun sudah beli impor, saat barang tiba di Indonesia prosesnya rumit. Tidak bisa instan," ujarnya.

Akibat anggaran dari pemerintah yang terbatas, tim panjat tebing juga sulit menyewa pembuat jalur panjat yang bersertifikasi dunia. Padahal, kata Caly, tak ada pembuat jalur panjat di Indonesia yang mengikuti tren kompetisi luar negeri.

"Secara fisik dan teknis atlet kita mampu bersaing, tapi apa yang dipelajari dan dihadapi di ujian berbeda. Seperti belajar kalkulus, soal yang keluar tentang aljabar," ucap Caly.

Meski menghadapi kendala non-teknis seperti ini, atlet panjat tebing mampu meraih tiga medali emas pada Asian Games 2018, melebihi target dua emas yang dibebankan pemerintah kepada mereka.

Hak atas foto ANTARA FOTO/INASGOC/MELVINAS PRIANANDA
Image caption Indonesia meraup 14 medali emas dari cabang pencak silat. Namun olahraga ini tak akan dipertandingkan di Olimpiade Tokyo 2020.

Namun Deputi Peningkatan Prestasi pada Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana, mengklaim penganggaran pelatihan nasional (pelatnas) tak lagi bermasalah setelah pembubaran Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

Sejak Peraturan Presiden 95/2017 tentang peningkatan prestasi olahraga nasional terbit, kata Mulyana, anggaran dari pemerintah pusat langsung masuk ke rekening induk cabang olahraga.

"Semua honor, akomodasi, dana uji coba, sudah langsung digulirkan," kata Mulyana.

Setelah Asian Games 2018 berakhir, Mulyana menyebut setiap induk cabang olahraga harus mengajukan proposal pengajuan anggaran untuk periode 2019.

Mulyana mengatakan anggaran itu akan berlaku untuk persiapan Sea Games 2019 maupun Olimpiade 2020.

Hak atas foto ANTARA FOTO/INASGOC/RAHMAD SURYADI
Image caption Pemerintah berharap panjat tebing dapat menjadi sumber emas baru Indonesia di olimpiade.

Bagaimanapun, Caly berharap pemerintah membuat regulasi yang mendorong keterlibatan pelaku bisnis dalam pembinaan atlet nasional. Peraturan semacam ini, menurutnya lebih berkelanjutan karena tak akan terpengaruh pergantian pejabat atau birokrasi.

"Sekarang Menpora Imam Nahrawi peduli pada kami, tapi kalau nanti tahun 2019 ganti pejabat, sistem akan mulai dari awal lagi."

"Saya sudah bertemu perusahaan berskala kecil yang bersedia mendukung puluhan hingga Rp200 juta. Kalau BUMN atau swasta lain didorong terlibat, bantuan akan signifikan."

"Anak-anak panjat tebing bukan hanya butuh latihan, tapi bertanding di luar negeri," kata Caly.

Tak cuma soal anggaran, setelah Asian Games 2018 pemerintah didorong tak hanya fokus ke Olimpiade 2020 yang bakal digelar di Tokyo, tapi juga Sea Games 2019 di Filipina.

Hak atas foto AFP/ANTHONY WALLACE
Image caption Pada Asian Games 2018, Indonesia meraih perak dari 4x100m relay putra, medali pertama pada nomor atletik ini sejak 1966.

Pengamat olahraga, Budiarto Shambazy, menilai keberhasilan Indonesia di Sea Games 2019 akan menjadi modal berharga meningkatkan standar prestasi di olimpiade.

"Kalau di Manila kita juara umum, atlet akan lebih enak menghadapi olimpiade. Percaya diri mereka semakin tebal."

"Sea Games Itu seharusnya bukan sasaran antara, tapi juga sasaran utama. Ini untuk menjaga momentum bahwa prestasi olahraga Indonesia memang bagus," kata Budiarto.

Dalam empat Sea Games terakhir, capaian medali emas Indonesia terus anjlok. Prestasi terbaik terakhir terjadi tahun 2011 saat Indonesia berstatus tuan rumah: juara umum dengan total 182 medali emas.

Pada tiga ajang berikutnya, medali emas Indonesia merosot, masing-masing 64 (2013), 47 (2015), dan 38 (2017).

Adapun, keberhasilan menduduki peringkat empat Asian Games 2018 bukan jaminan prestasi yang sama pada Olimpiade 2020.

Dari total 31 medali emas Asian Games tahun ini, hanya 8 yang disumbangkan cabang olahraga olimpiade: bulu tangkis (2), sepeda gunung (2), dayung (1), tenis (1), taekwondo (1), dan angkat besi (1).

Kemenpora menyatakan akan fokus menggenjot prestasi cabang-cabang penyumbang 8 medali emas itu menjelang olimpiade.

"Olimpiade target utama kami, tapi para atlet harus mengikuti kualifikasi dulu. Kalau lolos, kita akan bicara target," kata Mulyana.

Hak atas foto ANTARA FOTO/INASGOC/HENDRA SYAMHARI
Image caption Tak dibebankan target medali, pasangan Aldila Sutjiadi dan Christopher Rungkat justru memenangkan medali emas dari tenis ganda campuran.

Aries Susanti Rahayu, atlet panjat tebing, berharap pemerintah segera membentuk pelatnas jangka panjang. Apalagi, panjat tebing untuk pertama kalinya akan diperlombakan pada olimpiade 2020.

"Sejak 2017, lima kali try out keluar negeri," ujar Aries merujuk prosesnya meraup emas Asian Games 2018.

Sementara itu, petenis peraih emas pada nomor ganda campuran, Christopher Rungkat, berharap pemerintah turut menanggung biaya turnamen luar negeri yang akan dijalaninya usai Asian Games 2018.

Untuk lolos ke Olimpiade 2020, Rungkat harus duduk di peringkat 100 besar dunia. "Mudah-mudahan birokrasi dipermudah, pemerintah juga turut membantu, meski tidak membayar penuh biaya kami," tuturnya.

Topik terkait

Berita terkait