Pemilik Leicester City tewas dalam helikopter yang jatuh di luar stadion

Leicester City football ground Hak atas foto Liam Hopkin / @hopkin_liam
Image caption Terjadi 'ledakan besar' dan 'bola api raksasa,' kata seorang saksi mata.

Pemilik Leicester City berada di dalam helikopter yang jatuh di tempat parkir mobil di luar lapangan klub itu, sesaat setelah meninggalkan stadion King Power selepas pertandingan Liga Premier melawan West Ham. Kepastian soal nasib Vichai Srivaddhanaprabha diutarakan pihak klub Leicester City, pada Minggu (28/10).

Selain Vichai, menurut kepolisian daerah Leicester, korban tewas mencakup pilot, dua staf bernama Nursara Suknamai dan Kaveporn Punpare, serta penumpang Izabela Roza Lechowicz.

Sebagai tanda duka, ribuan pendukung Leicester City meletakkan rangkaian bunga, syal, hingga kaus tim di luar stadion.

Seorang saksi mengatakan dia melihat kiper Leicester, Kasper Schmeichel berlari keluar dari stadion menuju helikopter setelah kecelakaan itu.

Permainan dimulai pukul 17.30 BST ((23:30 WIB) dan selesai sekitar satu jam sebelum helikopter lepas landas lalu jatuh.

Hak atas foto PA
Image caption Miliarder Thailand, Vichai Srivaddhanaprabha membeli klub itu pada 2010 seharga £39 juta (sekitar Rp800 miliar).

Di bawah kepemilikan Srivaddhanaprabha, Leicester City memenangkan Liga Premier pada tahun 2016, padahal di awal musim pasar taruhan menempatkan peluang mereka pada 1/5.000.

Salah satu pemegang ticket musiman Leicester yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan: "Saya melihat Kasper Schmeichel berlari keluar (dari stadion) disusul kemudian oleh banyak penjaga keamanan dan pelayan.

Pejabat Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Leicestershire, Andrew Brodie dalam cuitannya menggambarkan kecelakaan itu sebagai "sangat serius dan tragis", Ia menambahkan: "Tolong jangan berspekulasi tentang penyebab atau siapa yang mungkin terlibat. Pikirkan keluarga, teman, petugas, dan @LCFC dan penggemar mereka."

 

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Saksi John Butcher: "Helikopter itu berputar-piutar"

Fotografer freelance Ryan Brown yang meliput pertandingan, sempat melihat helikopter itu meninggalkan stadion King Power sebelum jatuh.

Dia mengatakan kepada BBC Radio Leicester: "Mesinnya mendadak padam dan saya berbalik. Dan heli mengeluarkan sedikit suara desingan."

"Helikopter itu mendadak tak bersuara, saya berbalik dan melihat heli bergasing di luar kendali. Lalu terdengar dentuman besar dan kemudian muncul bola api raksasa."

Saksi lain, Leo Bruka mengatakan kepada 5 Live bahwa ia melihat dua petugas polisi yang mobilnya berada dekat dengan lokasi kecelakaan.

"Salah satunya langsung lari ke helikopter dan berusaha memecahkan jendela," katanya.

"Kemudian terjadi ledakan dan mereka segera mundur karena api terlalu panas."

Hak atas foto Pete White
Image caption Helikopter itu lepas landas dari Stadion, setiap usai pertandingan.

 

Di lokasi kejadian

Ian Stringer, BBC Sport

Saya melihat staf, baik tim manajemen dan para pemain menangis. Area resepsi senyap, orang-orang melihat sekeliling dan menangis dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, dan menghibur satu sama lain.

Saya ingat pemilik pemilik klub Leicester menyapa saya sebelum pertandingan, Saat iu saat berjalan menuju tribun eksekutif dia berkata "halo dan selamat siang". 

Media playback tidak ada di perangkat Anda
"Sangat mengerikan..." kata para pendukung Leicester.

Reporter Sky Sports News Rob Dorsett mengatakan helikopter itu lepas landas dari lapangan, sebagaimana terjadi setiap usai pertandingan.

Dia mengatakan bahwa setelah beberapa detik heli itu tampaknya kehilangan kontrol dan menabrak tempat parkir hanya beberapa ratus meter.

Saksi lain mengatakan heli itu tampaknya "mengalami masalah pada baling-baling di ekornya yang membuatnya tidak jalan".

"Baling-baling ekornya tidak berfungsi, membuat heli jadi berputar-putar".

Srivaddhanaprabha membeli klub itu pada 2010 seharga £39 juta (sekitar Rp800 miliar).

Setelah Leicester dipromosikan dari divisi dua, Championship, pada tahun 2014, ia mengatakan menyiapkan dana 180 juta poundsterling dengan target Leicester masuk ke kompetisi Eropa dalam tiga tahun.

Leicester City kemudian memenangkan gelar Liga Primer dalam salah satu kisah heroisme olahraga terbesar sepanjang masa, dan mencapai perempat final Liga Champions pada 2017.


Berita terkait