Atlet transgender: Akankah mereka 'mengancam' olahraga perempuan?

Perempuan transgender Hak atas foto BBC Sport
Image caption Rachel McKinnon (di tengah) bersama Jen Wagner-Assali (kanan), yang menyebut kemenangannya "tidak adil".

Rachel McKinnon mengatakan ia telah menerima setidaknya 100.000 ujaran kebencian pada akun Twitternya sejak memenangkan kejuaraan dunia balap sepeda UCI Masters Track pada Oktober lalu.

Kemenangan pesepeda berusia 36 tahun asal Kanada itu menuai kontroversi karena dia adalah perempuan transgender yang bertanding untuk olahraga perempuan, pada kategori usia 35 sampai 44 tahun.

Jen Wagner-Assali, yang meraih juara ketiga, mengatakan kemenangan itu "tidak adil" dan ia meminta badan internasional olahraga sepeda untuk merevisi peraturan pertandingan.

Pihak lain menyebut kejadian serupa di waktu mendatang dapat "mengancam" partisipasi perempuan dalam olahraga, sebuah pandangan yang "sensasional" menurut pembalap mobil transgender Charlie Martin dan "transfobik" oleh McKinnon.

Topik ini sensitif karena terkait dengan pertanyaan-pertanyaan kompleks mengenai bagaimana perspektif gender dilihat dalam olahraga dan hal-hal "berbahaya"- menurut seorang atlet bola tangan transgender Hannah Mouncey- tentang hak-hak fundamental atlet untuk berpartisipasi dalam olahraga.

Hak atas foto BBC Sport
Image caption Rachel McKinnon mengatakan mayoritas pesepeda perempuan, termasuk Carolien van Herrikhuyzen, mendukungnya.

Apa masalahnya?

Meski diserang dengan ujaran kebencian—yang menurutnya berbanding 3.000-1 dengan pesan mendukung—kemudian dilecehkan saat mengikuti balap sepeda jalan raya sebelum beralih ke balap sepeda trek di tahun 2017, dan menjalani proses latihan yang "menyakitkan" sebelum menjadi juara dunia, McKinnon mengatakan semua itu "sangat bernilai".

"Ketika kamu memenangkan kejuaraan dunia balap sepeda, kamu harus memakai jersey warna-warni selamanya," ujarnya.

Namun, ada beberapa pihak yang mengatakan McKinnon seharusnya tidak naik ke podium di California sejak awal.

Beberapa pengkritik mengatakan tidak adil jika seorang perempuan trans berkompetisi di olahraga perempuan dengan tubuh biologis laki-laki.

McKinnon mengatakan pandangan itu tidak sesuai dengan ayat keempat peraturan Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang menyatakan: "Olahraga adalah hak asasi manusia."

Para pengkritik mengatakan laki-laki memiliki keuntungan fisiologis yang rata-rata membuat mereka lebih besar, lebih cepat dan lebih kuat, dan para perempuan trans diuntungkan oleh hal tersebut.

Faktor itu membuat kompetisi menjadi "tidak adil".

Beberapa juga berpendapat, hormon laki-laki, seperi testosteron yang ada dalam tubuh perempuan trans sejak dia lahir, dapat memberi mereka kekuatan lebih.

Nicola Williams dari Fair Play for Women -sebuah grup yang didirikan untuk mewakili suara perempuan "dalam keadaan mendesak untuk mengubah regulasi mengenai transgender"- meyakini bahwa perempuan trans seharusnya tidak mengikuti olahraga khusus perempuan sampai bukti-bukti yang mendukung mereka terkumpul.

Namun McKinnon, seorang asisten profesor filsafat di College of Charleston di South Carolina, dan aktivis-aktivis transgender, percaya kritik-kritik tersebut tidak berdasar.

Bagaimana tubuh perempuan trans berubah setelah transisi?

Perempuan trans mengkonsumsi hormon perempuan estrogen dan penghambat hormon testosteron sebelum menjalani operasi. Mereka juga terus mengkonsumsi hormon estrogen setelah transisi.

McKinnon, yang bertransisi di akhir usia 20-an, mengatakan terjadi "perubahan fisik yang cukup radikal"setelah ia bertransisi.

Ia mengatakan massa otot, kekuatan dan kecepatannya berkurang dan transisi itu "memperparah proses penuaan".

Intinya, dia menambahkan, perubahan itu membawa perempuan trans ke level yang sama dengan perempuan lain yang memiliki ukuran tubuh yang sama. Mckinnon menyebut ada batasan-batasan hormon testosteron yang boleh ada dalam tubuh atlet transgender sebelum mereka berkompetisi.

Isu ini sedang diperdebatkan pada cabang olahraga atletik perempuan.

Namun, McKinnon mengklaim riset yang digunakan sebagai dasar untuk memutuskan level testosteron juga menyebutkan bahwa hormon testosteron natural tidak berdampak signifikan pada performa atlet jika dibandingkan dengan zat lain, seperti doping.

Mckinnon berujar tenaganya "rata-rata untuk perempuan". Dia mengatakan setelah memenangkan juara dunia di California, Wagner-Assali mengalahkannya di 10 dari 12 pertandingan.

Apa keuntungan dari badan yang lebih besar?

Hak atas foto BBC Sport
Image caption Hannah Mouncey (paling kanan) dengan anggota tim bola tangan lainnya.

Tidak sulit untuk menemukan Hannah Mouncey dalam foto tim bola tangan perempuan Australia. Dia adalah atlet yang yang bertubuh paling besar dan paling tinggi di tim.

Tahun lalu, Mouncey- satu-satunya perempuan trans dalam tim- dilarang untuk dinominasikan menjadi anggota tim sepak bola Australia karena perbedaan ukuran tubuhnya dan lawan-lawannya.

Mouncey mengatakan, "Pikirkan pesan yang akan sampai ke perempuan tentang tubuh mereka: jika kamu terlalu besar, kamu tidak bisa bermain. Ini benar-benar berbahaya dan terbelakang.

"Memiliki badan besar tidak selalu menguntungkan untuk olahraga yang mengutamakan ketahanan dan kecepatan."

Pemain berusia 29 tahun itu sebelumnya berbicara tentang bagaimana para atlet perempuan "lebih cepat darinya dan mampu pulih lebih cepat darinya karena bentuk tubuhnya yang berbeda."

McKinnon menyebut "bagaimanapun tidak ada kondisi pertandingan yang seimbang".

"Orang dapat mengatakan cisgender [orang yang memiliki persepsi gender yang sesuai dengan jenis kelaminnya] laki-laki lebih kuat 8-12% dari perempuan dan saya mengakui itu.

"Namun, kita harus menyadari bahwa rata-rata perbedaan antara laki-laki dan perempuan jauh lebih kecil daripada perempuan yang paling lemah dan paling kuat dan yang terpendek dan tertinggi.

"Kita mengizinkan atlet perempuan yang sangat tinggi untuk bertanding melawan pemain yang pendek untuk olahraga yang menguntungkan postur tubuh tinggi seperti basket, voli, dan mendayung, jika kita menganggap itu adil. Jadi, kita mengizinkan keuntungan kompetitif yang sangat besar melalui karakteristik natural.

"Itu juga bergantung pada jenis olahraganya. Untuk olahraga seperti balap sepeda, di mana ketika menanjak kamu ingin menjadi seringan dan sekuat mungkin, seseorang dengan ukuran tulang yang lebih besar akan menanggung beban lebih, sesuatu yang tidak menguntungkannya."

Untuk olahraga lain, seperti tinju, angkat beban, judo, terdapat perbedaan kategori berdasarkan berat badan, artinya atlet melawan kompetitor yang memiliki ukuran tubuh yang sama dengannya.

Hak atas foto BBC Sport
Image caption Hannah Mouncey (kanan) dilarang untuk masuk tim sepak bola Australia. Sekarang ia bermain untuk tim bola tangan Australia.

Seberapa banyak perempuan trans dalam olahraga perempuan?

Ketika BBC Woman's Hour membahas isu ini pada bulan Desember, mereka berbicara dengan Williams yang mengatakan perempuan trans membawa "ancaman" untuk perempuan dalam olahraga di saat keberadaan perempuan masih kurang terwakili.

Sangat sulit untuk memperkirakan jumlah transgender, tapi pemerintah memperkirakan terdapat sekitar 200.000 hingga 500.000 transgender di Inggris atau 0.3-0.75% dari populasi.

Jumlah transgender yang turut serta dalam olah raga akan dipengaruhi oleh, "tantangan-tantangan signifikan yang masih ada, seperti permusuhan terhadap mereka dan kurangnya kebijakan terkait para transgender dari badan-badan nasional dan internasional.

"Perempuan trans tidak akan pernah mengambil alih olahraga perempuan sampai kapan pun," ujar Martin. "Argumen [yang menyatakan sebaliknya] itu gila dan sensasional,"

McKinnon mengatakan "Tidak ada bukti bahwa partisipasi perempuan akan turun ketika perempuan trans ada, sehingga kita tidak boleh menentukan kebijakan berdasarkan pendapat orang-orang yang takut dengan orang transgender. Ketakutan tersebut adalah transfobia.

"Tingkat partisipasi akan bertambah ketika kamu membuat olahraga lebih inklusif."

Dalam survei global belakangan yang dilakukan kepada 1.000 perempuan belakangan ini, 80 persen dari mereka mengatakan perempuan trans memiliki hak-hak yang sama dengan mereka.

McKinnon mengatakan perlu diingat bahwa perempuan trans telah diizinkan untuk berkompetisi di Olimpiade sejak 2014.

"Belum ada [atlet transgender] yang berhasil mendapat medali, tapi sejauh yang kami tahu, belum ada orang transgender yang bertanding di Olimpiade," ujarnya.

"Untuk olahraga yang dipertandingkan dalam Olimpiade, terdapat dua orang juara dunia dan saya adalah salah satunya."

Hak atas foto BBC Sport
Image caption Rachel McKinnon membuat tato spesial untuk merayakan kemenangannya di kejuaraan dunia.

'Rayakan pencapaian-pencapaian kami - jangan hina kami'

McKinnon mengatakan skala reaksi orang-orang yang mengkritiknya cukup mengejutkan.

"Apa yang mereka katakan tidak mengejutkan, tapi skala dari reaksi tersebut sangat hebat," ujarnya. "Banyak reaksi negatif yang datang dari orang-orang yang sebetulnya tidak tertarik dengan olahraga perempuan. Mereka hanya menyalurkan kemarahan mereka terhadap perempuan-perempuan trans.

"Saya menerima lebih dari 100.000 ujaran kebencian di akun Twitter, melalui surat yang tiba di kantor saya, dan email, sehingga saya harus mengubah cara saya memakai sosial media akibat penghinaan ini.

"Emosi saya setelahnya adalah salah satu kekecewaan saya bahwa kita tidak semaju yang saya harapkan."

McKinnon berujar dari ratusan pesan suportif yang ia terima, yang paling berkesan adalah yang dikirimkan oleh orang-orang transgender yang berkata ia telah menginspirasi mereka untuk kembali berolahraga.

Martin dan McKinnon mengatakan mereka hampir berhenti berolahraga setelah bertransisi.

"Tidak ada seorang pun yang boleh dilanggar hak-haknya untuk berolahraga," ujar Martin. "Olahraga memiliki banyak manfaat bagi tubuh dan olahraga juga menyatukan orang-orang, memberi mereka perasaan nyaman dan keterikataan saat bermain dalam satu tim.

"Berhenti berolahraga adalah hal yang sering dilakukan oleh komunitas transgender, sehingga pengotakan seperti itu sangat menyedihkan."

McKinnon menambahkan: "Orang berpikir ini adalah topik baru, tidak ada data-data lama yang kita gunakan. Tidak seperti itu. Orang-orang trans sudah berkompetisi selama berpuluh-puluh tahun dan sedikit dari kami yang mampu berprestasi dan lebih sedikit lagi yang pernah memenangkan kejuaraan. Jadi, rayakan keberhasilan kami, jangan menghina.

"Saya benar-benar bangga dengan apa yang telah saya capai dan saya belum selesai. Kejuaraan Masters akan dilaksanakan di Inggris dan saya ingin mempertahankan gelar saya.

"Saya mau mencoba dan lanjut sampai ke Olimpiade, mimpi ini belum tercapai. Ini adalah perjuangan panjang, yang mungkin mustahil, tapi saya ingin meraih kemenangan monumental yang sebelumnya belum pernah dilakukan."

Topik terkait

Berita terkait