Jelang Piala Dunia, seluruh pemain timnas perempuan AS gugat diskriminasi upah

Sepakbola Hak atas foto Getty Images
Image caption Meski meraup lebih banyak gelar dibandingkan kolega laki-laki mereka, timnas perempuan AS mendapat gaji lebih rendah.

Seluruh anggota tim nasional sepakbola perempuan Amerika Serikat mengajukan gugatan hukum untuk menuntut kesetaraan gaji dan perlakuan.

Gugatan terhadap Federasi Sepakbola AS (USSF) itu mereka ajukan tiga bulan sebelum berlaga di Piala Dunia Sepakbola Wanita dengan status juara bertahan.

Para pesepakbola andalan AS itu, termasuk pemain bintang seperti Carli Lloyd dan Megan Rapinoe, mendesak federasi memperlakukan mereka setara dengan atlet laki-laki.

Sebelumnya, gugatan yang sama pernah muncul tahun 2016. Saat itu empat pemain senior timnas putri AS juga menuntut kesetaraan upah.

Dalam sejarah sepakbola, timnas putri AS tiga kali menjadi juara dunia. Sementara itu, prestasi terbaik timnas laki-laki AS di Piala Dunia adalah duduk di peringkat ketiga pada tahun 1930.

Gugatan para pesepakbola putri AS ini didaftarkan ke pengadilan Los Angeles.

Dalam dokumen tersebut, mereka menyatakan, "Meski para pemain perempuan dan laki-laki dipanggil ke timnas untuk memikul tanggung jawab yang sama dan berpartisipasi dalam kompetisi internasional atas nama satu federasi, yaitu USSF, atlet perempuan secara terus-menerus mendapat gaji yang lebih rendah dibandingkan rekan laki-laki mereka."

"Ini merupakan fakta, meski performa mereka lebih hebat dibandingkan pemain laki-laki, yakni menjadi juara dunia," tulis mereka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari USSF.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Hope Solo, salah satu atlet perempuan paling berpengaruh di dunia, turut menggugat ketimpangan upah dalam timnas AS.

Dalam ajang persiapan menuju Piala Dunia, SheBelieves Cup, timnas putri AS menjadi juara dua, di bawah Inggris. Mereka akan berlaga di Piala Dunia pada 7 Juni hingga 7 Juli di Prancis.

"USSF mengakui mereka memang memberi gaji lebih rendah kepada pesepakbola perempuan dengan klaim bahwa realitas pasar menyatakan pemain putri tidak layak diberi upah yang sama seperti pemain putra," lanjut dokumen gugatan itu.

"USSF mengakui diskriminasi gender itu meski timnas perempuan mendulang lebih banyak keuntungan, bermain lebih banyak pertandingan, memenangkan lebih banyak laga dan kejuaraan, serta menarik pemirsa televisi yang lebih besar."

Serikat pesepakbola putra AS (USNSTPA) menyatakan dukungan mereka terhadap gugatan kesetaraan upah itu.

"Secara khusus kami sepakat dengan konsep pembagian keuntungan untuk menyesuaikan 'realitas pasar' versi USSF dan berikhtiar mencari solusi untuk kompensasi yang adil," demikian kata USNSTPA.

"Kami menunggu respons USSF terhadap asosiasi pesepakbola putra dan putri untuk menyelesaikan persoalan kompensasi yang setara dan adil untuk seluruh pemain AS."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sejak gugatan kesetaraan diajukan Alex Morgan dan tiga pesepakbola perempuan AS lainnya tahun 2016, ketimpangan disebut tetap terjadi.

Sebelumnya, pada 2016, empat anggota timnas perempuan AS, yaitu Alex Morgan, Lloyd, Rapinoe, Becky Sauerbrunn, dan Hope Solo menggugat diskriminasi upah ke Komisi Kesetaraan Kesempatan Kerja.

Empat pemain itu mengklaim hanya mendapatkan upah setengah dari gaji kolega laki-laki mereka.

Sejumlah pihak menyebut gugatan terbaru menunjukkan bahwa selama tiga tahun terakhir tak ada kemajuan dalam urusan kesetaraan di sepakbola.

Topik terkait

Berita terkait