Connor McGregor pensiun dari arena UFC: Gantung sarung tinju atau akal-akalan?

ufc, mcgregor Hak atas foto Reuters
Image caption Connor McGregor berpose sebelum bertarung di Las Vegas, AS 2017 lalu.

Berita bahwa Conor McGregor mengumumkan bahwa dirinya "pensiun" dari arena pertarungan Ultimate Fighting Championship (UFC) kembali membuat heboh.

Namun, tidak semua kalangan yakin pria asal Dublin itu memang benar menggantung sarung tinjunya mengingat pernyataan pensiun sudah pernah dilontarkan.

Pada April 2016 lalu, setelah berseteru soal tanggung jawab promosi, pihak UFC mencabut petarung Irlandia itu dari ajang utama UFC 200. McGregor kemudian mencuit: "Saya memutuskan pensiun muda. Terima kasih untuk kejunya. Sampai bertemu lagi".

Media massa langsung menyiarkan berita bahwa McGregor telah pensiun dini. Nyatanya pria itu sama sekali tidak pensiun. Dia hanya memanfaatkan statusnya sebagai bintang olahragawan sebagai alat tawar, yaitu pertarungan yang dia inginkan.

Alhasil, dia menghadapi tarung ulang dengan Nate Diaz pada UFC 202, Agustus 2016.

Hak atas foto Reuters/USA Today
Image caption McGregor dikalahkan Khabib Nurmagomedov di Las Vegas, AS, 2018 lalu.

Semua negosiator ulung tahu kapan harus menarik diri dari meja perundingan dan McGregor selama bertahun-tahun telah membuktikan dirinya adalah juru runding yang mumpuni. Kejadian pada 2016 adalah buktinya.

Kini, ada peluang besar dia akan mengulangi trik tersebut dengan mengancam pensiun.

Akan tetapi, McGregor tidak merahasiakan hasratnya untuk kembali ke arena tarung. Dia ditawari untuk baku pukul dengan Anderson Silva di Brasil dan dia mengisyaratkan akan ada pertarungan babak ketiga melawan Nate Diaz.

McGregor pun menikmati adu ejek dengan pemegang gelar kelas bulu UFC saat ini, Max Holloway.

Dan, yang paling dinanti-nanti, pertarungan ulang dengan pria yang pernah menganvaskannya pada UFC 229 sekaligus pemegang gelar juara kelas ringan UFC, Khabib Nurmagomedov.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Conor McGregor pernah mengumumkan pensiun pada 2016.

Semua pertanda mengarah pada satu kemungkinan: kembalinya McGregor dalam ajang UFC 239 pada Juli mendatang yang bertepatan dengan acara tahunan UFC, Pekan Tarung Internasional.

Baku hantam dengan Donald "Cowboy" Cerrone semula digadang-gadang bakal berlangsung tapi kemudian dicoret. Cerrone mengindikasikan McGregor tidak setuju dengan bayaran yang dia terima. Tapi McGregor menuding Cerrone justru yang ingin berhenti.

Berdasarkan beragam faktor di atas, pengumuman pensiun McGregor tampaknya hanyalah salah satu kebisingan yang dilontarkan dari pria tersebut sejak dikalahkan Nurmagomedov. Indikasinya jelas, dia mencoba beradu tawar dengan UFC.

Namun, terakhir kali McGregor melakukan trik itu, UFC dikelola Fertitta bersaudara yang merasa simpatik dengannya dan ingin mempertahankan sang bintang.

Hak atas foto Reuters
Image caption McGregor menaklukkan Eddie Alvarez dan menjadi petarung UFC pertama yang meraih dua gelar sekaligus.

Kini situasinya berbeda. UFC telah dijual seharga US$4 miliar (Rp56, 6 triliun) kepada perusahaan Endeavor, yang pemimpinnya, Ari Emanuel, dikenal sebagai juru runding paling tangguh dalam bisnis pertarungan.

Perlu dicatat bahwa sejak UFC diambil alih, McGregor hanya pernah bertarung sekali sehingga siasat McGregor jelas tidak berpengaruh pada penghasilan Endeavor. Itu mungkin yang ada di kepala McGregor kalau dia ingin mengegolkan kesepakatan yang untung besar.

Kebalikan dari argumen bahwa pensiunnya McGregor sekadar siasat, adalah dia memang benar-benar menggantung sarung tinjunya.

Dan jika dia telah pensiun, maka keputusan meninggalkan bela diri campuran setelah karier di dalam dan di luar ring membuatnya pantas menyandang julukan "Notorious".

Topik terkait

Berita terkait