Presiden UFC: Cuitan Conor McGregor dan Khabib Nurmagomedov 'tak bisa diterima'

Khabib Nurmagomedov, Conor McGregor Hak atas foto Getty Images
Image caption Nurmagomedov mengalahkan McGregor dalam ajang UFC,Oktober 2018 lalu.

Conor McGregor menyatakan dirinya ingin "melangkah ke depan" setelah melontarkan hinaan terhadap istri Khabib Nurmagomedov dalam perseteruan di media sosial yang disebut "tak bisa diterima" oleh presiden Ultimate Fighting Championship (UFC).

Nurmagomedov menuding McGregor "menghina agama" terkait istilah yang digunakan petarung asal Irlandia itu.

McGregor sebelumnya mengejek Nurmagomedov dan mengatakan "Jangan takut tanding ulang."

Nurmagomedov kemudian menanggapi cuitan McGregor dengan menyebutnya "pemerkosa" dan "munafik".

Presiden UFC, Dana White, mengaku "mengetahui" perseteruan kedua pria itu di media sosial.

"Situasi yang sedang berlangsung telah bereskalasi ke taraf yang tidak bisa diterima," tambahnya.

"Karena itu, kami tengah menempuh langkah-langkah yang diperlukan untuk menghubungi kedua kubu atlet dan situasinya sedang ditangani semua pihak secara internal."

Nurmagomedov mengalahkan McGregor dalam pertarungan UFC 229 pada 2018. Insiden kericuhan dalam ajang itu membuat keduanya diskorsing dan didenda.

Kemudian, pada akhir Maret, McGregor mengumumkan pensiun.

Akan tetapi, pernyataan itu amat mungkin berubah karena dalam cuitannya, McGregor menyapa para pendukungnya dengan menulis: "Semua keyakinan menantang kita untuk menjadi diri kita yang terbaik. Bumi ini satu dan satu untuk semua. Kini sampai jumpa di Octagon."

Topik terkait

Berita terkait