Setelah kekalahan final Piala Dunia 1950, timnas Brasil kembali kenakan kostum putih

Neymar dan Coutinho Hak atas foto NIKE
Image caption Terakhir kali, kostum warna putih ini dikenakan timnas Brasil di ajang resmi Piala Dunia 1950.

Untuk pertama kalinya setelah hampir 70 tahun, timnas sepak bola Brasil akan mengenakan kostum warna putih.

Terakhir kali, kostum warna putih ini dikenakan timnas Brasil di Piala Dunia 1950.

Tetapi sejak kekalahan menyakitkan tuan rumah Brasil dari Uruguay pada final ajang tersebut, warna kostum negara itu diubah untuk selamanya menjadi kuning dan biru.

Hak atas foto CBF/Divulgação
Image caption Pemain timnas Brasil yang memperkuat Real Madrid, Vinicius Junior, dipilih Nike saat meluncurkan jersey baru tersebut pada Rabu (10/04).

Raksasa produsen peralatan olahraga, Nike, telah meluncurkan kostum Brasil warna putih itu untuk memperingati 100 tahun kejuaraan sepak bola Copa America.

Dan bulan Juni nanti, Brasil akan menjadi tuan rumah Copa America, sebutan kejuaraan sepak bola antar negara-negara Amerika Latin.

Pada kejuaraan pertama Copa America pada 1919 yang digelar di Brasil, tuan rumah yang mengenakan kostum warna putih berhasil menjadi juara.

Hak atas foto STAFF/AFP/GETTY IMAGES
Image caption Semula kostum timnas Brasil berwarna serba putih (foto atas), tetapi sejak kekalahan menyakitkan tuan rumah Brasil di final Piala Dunia 1950, warna kostum itu diubah untuk selamanya.

Dalam situs resmi Nike, kostum yang disebutkan menggabungkan nuansa sepak bola klasik awal 1920an dengan gaya modern kontemporer.

Kostum putih ini akan dikenakan secara khusus yaitu pada laga pembukaan Copa America pada 14 Juni 2019 nanti. Kostum putih itu akan dipadu dengan celana dan kaos biru.

Dalam laga selanjutnya, Neymar dan rekan-rekannya akan mengenakan kostum yang selama ini dikenakan, yaitu kuning-biru-putih.

Pemain timnas Brasil yang memperkuat Real Madrid, Vinicius Junior, dipilih Nike saat meluncurkan jersey baru tersebut pada Rabu (10/04).

Hak atas foto MIGUEL RIOPA/AFP
Image caption Tim Brasil jelang laga persahabatan melawan timnas Panamadi Stadion Dragao, Porto, 23 Maret 2019, dengan kostum kuning-biru.

Pada sesi pemotretan, Vinicius mengaku bangga mendapat kesempatan untuk mengenalkan kostum putih tersebut.

"Suatu kehormatan bagi saya berada di sini dan mengenakan kostum bersejarah yang sudah lama tidak digunakan," katanya, seperti dikutip situs berita olah raga Marca.

Tim undangan: Jepang dan Qatar

Kejuaraan Copa America 2019 akan digelar di sejumlah kota di Brasil mulai 14 Juni sampai 7 Juli 2019.

Pada kejuaraan kali ini akan menyertakan dua tim undangan dari Asia, yakni Jepang dan Qatar.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Cile memboyong Copa America 2016 setelah menundukkan Argentina lewat adu penalti.

Awal Januari lalu, hasil undian Copa America 2019 telah membagi Brasil, Argentina, dan Cile dalam grup yang berbeda.

  • Grup A: Brasil, Bolivia, Venezuela dan Peru.
  • Grup B: Argentina, Kolombia, Paraguay dan Qatar.
  • Grup C: Cile (juara bertahan), Ekuador, Jepang, dan Uruguay.

Brasil menyiapkan beberapa stadion di lima kota, yaitu Rio de Janeiro, Sao Paulo, Belo Horizonte, Porto Alegre, dan Salvador.

Laga pembukaan akan digela di Stadion Morumbi, Sau Paulo, yang akan mempertemukan tuan rumah Brasil melawan Bolivia.

Topik terkait

Berita terkait