Chelsea vs Arsenal: Mahalnya tiket pesawat dan 'keselamatan' pemain bayangi final Liga Europa di Azerbaijan

Olympic Stadium di Baku Hak atas foto OZAN KOSE
Image caption Hanya 10% kursi di Stadion Olimpiade di Baku, yang berkapasitas lebih dari 60.000 kursi, diisi oleh pendukung Chelsea dan Arsenal.

Kota yang menggelar perhelatan laga final sepak bola biasanya dibanjiri pendukung tim yang berlaga.

Madrid, misalnya, yang menjadi tuan rumah final Liga Champions pada 1 Juni, hampir dipastikan akan didatangi pendukung bola dari Inggris, yang ingin menyaksikan secara langsung pertandingan antara Tottenham melawan Liverpool.

Namun, tidak demikian halnya dengan Baku, ibu kota Azerbaijan, yang menggelar babak final Liga Europa yang mempertemukan Chelsea dan Arsenal.

Diperkirakan Chelsea dan Arsenal masing-masing hanya membawa 3.000 pendukung ke Baku, walaupun kapasitas stadion hampir 70.000 tempat duduk.

Penyebab minimnya suporter di laga final ini adalah masalah keuangan dan lingkungan.

Harga tiket dan akomodasi meroket sementara tak banyak penerbangan langsung untuk rute dari Inggris ke Baku.

Penerbangan tidak langsung mengelurkan karbon lebih banyak, sesuatu yang dihindari oleh pendukung yang sadar lingkungan.

Membangun citra melalui olahraga

Hak atas foto Reuters
Image caption Azerbaijan sudah dua kali menggelar lomba balap Formula 1.

Banyak yang mempertanyakan mengapa otoritas sepak bola Eropa menunjuk Baku sebagai tuan rumah final Liga Europa. Bagaimana negara kecil bekas Uni Soviet menggelar pertandingan sepak bola yang penting?

Jawabannya: minyak.

Beberapa tahun lalu, Azerbaijan menyadari citra mereka di panggung internasional tidak begitu baik. Negara ini dikenal karena minyak dan catatan hak asasi manusia yang buruk.

Mereka sadar uang dari minyak bisa dipakai untuk mengalihkan perhatian dari masalah HAM. Dan mereka memutuskan untuk melakukannya melalui olahraga.

Belum lama ini mereka menggelar Pesta Olahraga Solidaritas Islam dan Formula 1 untuk kedua kalinya.

Pada 2012, negara berpenduduk sembilan juta orang ini menjadi tuan rumah kontes menyanyi Eurovision. Tiga tahun kemudian menggelar Pesta Olahraga Eropa yang pertama.

Mereka juga mengajukan diri menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas untuk tahun 2016 dan 2020 meski gagal.

Upaya membangun citra tak berhenti di sini.

Negara ini pernah menjadi sponsor klub Spanyol Atletico Madrid dengan nilai kontrak mencapai 12 juta euro.

Ini semua tentu tidak murah bagi negara yang merdeka dari Uni Soviet pada 1991.

Tapi, semuanya menjadi mungkin karena uang berlimpah yang didapat dari minyak.

Persoalan logistik

Hak atas foto Adam Davy
Image caption Harga tiket dan akomodasi meroket yang membuat tak banyak pendukung Arsenal dan Chelsea menonton langsung laga di Baku.

Arsenal dan Chelsea tadinya diberi jatah masing-masing 6.000 tiket.

Persoalan logistik -- mahalnya tiket pesawat, akomodasi, dan visa -- membuat baik Arsenal dan Chelsea hanya bisa menjual sekitar 3.000 tiket saja. Kick off pada pukul 23.00 waktu setempat juga dianggap membuat suporter tak terlalu antusias berangkat ke Baku.

Untuk bisa mendapatkan penerbangan langsung London-Baku pulang pergi, pendukung harus tinggal di Baku selama tujuh hari.

Akhirnya, Arsenal dan Chelsea mengembalikan jatah tiket yang tak terjual.

Di luar masalah logistik, muncul persoalan lain terkait dengan pemain Arsenal asal Armenia, Henrikh Mkhitaryan. Ia memutuskan tidak terbang ke Baku karena masalah keamanan.

Mkhitaryan khawatir etnisitas akan membuatnya menjadi sasaran.

Armenia dan Azerbaijan secara teknis masih berperang memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh.

Organisasi Human Rights Watch menyebut upaya Azerbaijan menjadi tuan rumah perhelatan olahraga untuk menaikkan citra.

Persoalan-persoalan ini membayangi upaya Azerbaijan untuk mendapatkan penghormatan dan pengakuan dari masyarakat internasional.

"Memoles citra melalui olahraga" adalah keinginan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev.

Ia berkuasa dalam 16 tahun terakhir sejak menggantikan sang ayah pada 2003.

Para pemantau mengatakan di bawah Presiden Aliyev, pemilu di negara tersebut "tak berjalan jurdil".

Tanggapan UEFA

Hak atas foto Adam Davy
Image caption Pemain Arsenal Henrikh Mkhitaryan menolak terbang ke Baku karena alasan keamanan.

Menanggapi protes dari pendukung sepak bola Inggris, organisasi sepak bola Eropa, UEFA, mengatakan saat menunjuk Baku sebagai tuan rumah final Liga Europa pada 2017, mereka tidak memperkirakan jika dua klub London lolos ke final.

UEFA juga mengatakan sebagai kota, Baku berhak menggelar acara olahraga besar, sama seperti kota-kota lain di Eropa Barat.

Soal alokasi tiket yang sempat dipertanyakan para penggemar Chelsea dan Arsenal, UEFA mengatakan "daya serap tiket", jika melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sulit untuk dicari pola yang pasti.

Kadang jumlah alokasi tiket sesuai keinginan, kadang juga tidak.

Soal kekhawatiran tentang catatan HAM, tentu saja UEFA tidak bersedia memberikan jawaban.

Topik terkait

Berita terkait