Piala dunia sepakbola perempuan: Jumlah hadiah Rp4,8 triliun lebih rendah daripada untuk laki-laki

Hope Solo saat menjadi kapten tim Amerika tahun 2016 Hak atas foto Getty Images
Image caption Bekas kapten tim sepakbola perempuan Amerika Serikat Hope Solo mengkritik FIFA karena kecilnya hadiah turnamen Piala Dunia sepakbola perempuan dibandingkan turnamen untuk laki-laki.

Turnamen piala dunia sepakbola perempuan akan digelar di Prancis mulai Jumat (07/06) selama satu bulan dengan jumlah peserta 24 negara, dan pertandingan akan dilangsungkan di sembilan kota.

Juara bertahan Amerika Serikat akan berhadapan dengan para unggulan seperti Jerman, Prancis, Inggris, Australia, Kanada dan Jepang, dengan kuda hitam Belanda.

Jumlah total hadiah yang diberikan oleh FIFA £24 juta (sekitar Rp434 miliar), jauh lebih kecil daripada hadiah Piala Dunia untuk laki-laki tahun 2018 lalu yang mencapai £315 juta (Rp5,6 triliun).

Jumlah ini dikritik dan dianggap sebagai "diskriminasi", sekalipun beberapa peningkatan penting dicapai dalam sepakbola perempuan.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Juara bertahan Amerika Serikat memenangkan turnamen tahun 2015, dipimpin kapten tim Hope Solo

Turnamen

Sebanyak 24 negara mengikuti turnamen sepakbola perempuan yang diselenggarakan di sembilan kota di Prancis, termasuk di Parc De Princes, stadion yang digunakan klub Paris St Germain.

Pertandingan pembuka akan dilakukan pada Jumat (07/06) antara tuan rumah Prancis melawan Korea Selatan.

Juara bertahan dalam turnamen ini adalah Amerika Serikat yang meraih piala pada tahun 2015, mengalahkan Jepang dengan skor 5-2. Amerika kini menempati peringkat satu dunia.

Para unggulan yang akan menantang adalah tuan rumah Prancis (peringkat empat dunia), Jerman (peringkat dua dan juara Olimpiade), Inggris (peringkat tiga), dan Jepang (runner up turnamen 2015 dan peringkat tujuh dunia).

Belanda yang menjadi juara turnamen European Championship tahun 2017 diperkirakan akan menjadi kuda hitam.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Ada Hegerberg (Norwegia) merupakan bintang terbesar sepakbola perempuan saat ini, dan ia memboikot Piala Dunia 2019 karena ketimpangan hadiah antara turnamen perempuan dan turnamen untuk laki-laki

"Diskriminasi"

Penyelenggaraan turnamen ini diwarnai kritik terhadap FIFA karena jauhnya perbedaan jumlah total hadiah yang disediakan untuk peserta turnamen dibandingkan dengan Piala Dunia untuk laki-laki.

Jumlah hadiah yang diterima lebih rendah Rp4,8 triliun daripada turnamen piala dunia sepakbola laki-laki.

Ada Hegerberg, peraih Ballon d'or Feminin atau anugrah tertinggi pesepakbola perempuan di tahun 2018, memboikot turnamen ini mempersoalkan ketimpangan jumlah hadiah tersebut.

Juara para turnamen Piala Dunia sepakbola perempuan ini mendapat hadiah US$4 juta (sekitar Rp57 miliar), setengah dari hadiah yang diterima tim laki-laki yang gugur di babak enambelas besar turnamen Piala Dunia sepakbola laki-laki.

Federasi pemain sepakbola Australia menulis surat yang mempersoalkan hal ini kepada FIFA menyebutnya sebagai "diskriminasi".

Bekas kapten tim Amerika Serikat Hope Solo mendukung surat tersebut dan menyatakan hal ini merupakan 'chauvinisme laki-laki yang mendalam' pada tubuh FIFA.

"Hal ini tidak bisa hanya dilakukan satu federasi atau satu negara saja.. seluruh federasi sepakbola harus mendukung hal ini untuk memajukan sepakbola perempuan," ujarnya.

Menurut FIFA, jumlah total hadiah £24 juta bagi negara yang berpartisipasi merupakan peningkatan dua kali lipat dari turnamen tahun 2015. Namun jumlahnya masih jauh lebih kecil daripada turnamen sepakbola laki-laki yang mencapai £315 juta.

Direktur sepakbola perempuan FIFA Sarai Bareman menyatakan, "hadiah uang untuk tim di Piala Dunia perempuan hanya merupakan bagian kecil dari investasi FIFA untuk mengembangkan sepakbola perempuan di seluruh dunia".

Turnamen Piala Dunia sepakbola laki-laki diikuti 32 negara, sedangkan untuk perempuan diikuti 24 negara.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Tim Belanda dipimpin manajer Sarina Wiegman (baju putih) yang merupakan salah satu dari delapan manajer perempuan yang mengepalai tim di Piala Dunia perempuan ini.

Pencapaian

Dalam penyelenggaraan di Kanada tahun 2015, sebanyak 1,35 juta orang pergi ke stadion menonton 52 pertandingan yang diselenggarakan. Jumlah ini diharapkan bisa dicapai pada turnamen di Prancis tahun ini.

FIFA sendiri menargetkan penonton melalui televisi akan mencapai jumlah 750 juta pemirsa.

Banyak tim untuk pertamakalinya memakai jersey atau kaos tim nasional yang memang didesain untuk mereka, bukan hanya sekedar "mewarisi" versi perempuan dari kaos yang didesain untuk tim laki-laki.

Bahkan tim Belanda akan menggunakan simbol federasi yang berbeda dengan simbol yang dipakai oleh tim laki-laki mereka.

Dalam catatan federasi sepakbola Eropa UEFA, 80% manajer tim sepakbola perempuan adalah laki-laki. Dalam turnamen Piala Dunia 2019 ini, sebanyak delapan dari 24 tim dimanajeri oleh perempuan.

Topik terkait

Berita terkait