Pebulutangkis Malaysia Lee Chong Wei pensiun: 'Saya berjuang habis-habisan untuk negara'

Lee Chong Wei Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Lee memutuskan untuk pensiun dari dunia badminton setelah didiagnosa mengidap kanker hidung.

Mantan pebulutangkis nomor satu dunia, Lee Chong Wei, memutuskan untuk pensiun dari dunia badminton setelah didiagnosa mengidap kanker hidung.

Pebulutangkis andalan Malaysia itu mengaku tidak mudah membuat keputusan menggantung raket.

"Ini adalah keputusan yang sangat berat bagi saya karena saya benar-benar mencintai olahraga ini," kata Lee.

"Saya tidak punya penyesalan, yang lebih penting adalah kesehatan saya," imbuhnya dalam jumpa pers, Kamis (13/06).

Sempat menangis, Lee berhenti berkata-kata sejenak.

"Saya berjuang habis-habisan untuk negara saya. Ini adalah hari pensiun saya," tutur pebulutangkis yang kini berada di urutan 191 dunia.

Ayah dua anak ini didiagnosa mengidap kanker hidung stadium awal, tahun lalu. Setelah menjalani perawatan intensif di Taiwan, Lee mengaku perawatannya tersebut telah rampung.

Meski demikian, Lee tidak bisa lagi ke dunia badminton karena saat pemeriksaan terakhir di Taiwan pada April lalu, dokter mengatakan dirinya harus beristirahat karena "badminton memerlukan latihan dengan intensitas tinggi".

Setelah pensiun, peraih medali perak Olimpiade ini mengaku ingin berbulan madu dengan istrinya.

"Saya menikah tahun 2012. Namun kami tidak pernah berbulan madu. Saya berutang janji (dengan istri). Sekarang saya harus menyenangkannya."

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Lee memenangi All England pada 2017 lalu. Sepanjang kariernya, dia mencetak 705 kemenangan dan 69 gelar juara.

Lee mengakhiri kariernya dengan 705 kemenangan dan 69 gelar juara, termasuk empat gelar All England dan 47 Superseries.

Karier Lee sempat diwarnai kontroversi ketika dia diskors sementara oleh organisasi badminton dunia setelah hasil tes doping seusai Kejuaraan Dunia di Kopenhagen, Agustus 2014 lalu, menunjukkan dia positif memakai bahan antipembengkakan dexamethasone yang dilarang.

Lee berargumen bahwa zat itu memang dia gunakan dalam perawatan sel punca untuk mengobati pahanya.

Ketua Asosiasi Badminton Malaysia, Norza Zakaria, menyebut Lee sebagai seorang legenda.

"Ini adalah hari yang sedih. Lee adalah seorang legenda dan sangat diandalkan. Kami menerima keputusannya," kata Norza yang turut dalam jumpa pers.

Menteri Olah Raga Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, menyebut Lee sebagai "seorang pahlawan bagi semua rakyat Malaysia".

Dia menyebut Lee akan menjabat sebagai kepala kontingen Malaysia dalam Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

Topik terkait

Berita terkait