Senegal vs Aljazair: Riyad Mahrez dan kawan-kawan raih gelar juara Piala Afrika

piala frika Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Riyad Mahrez dan rekan-rekan satu timnya merayakan gelar juara Piala Afrika di Kairo.

Aljazair berhasil meraih Piala Afrika untuk kedua kalinya setelah gol pada menit-menit awal pertandingan bersarang di gawang Senegal dalam laga di Kairo, Mesir.

Ketika pertandingan baru berjalan dua menit, Baghdad Bounedjah menggiring bola hingga ke tepi kotak penalti dan melepaskan tendangan yang dihadang oleh Salif Sane.

Bola kemudian melambung tinggi dan mendarat di pojok gawang. Kiper Alfred Gomes yang amat mungkin mengira bola melaju ke luar lapangan hanya terpaku menyaksikan.

Senegal, yang tidak pernah merebut Piala Afrika, punya kesempatan untuk menyamakan kedudukan ketika mendapat penalti pada babak kedua. Namun penalti itu urung diberikan setelah wasit melakukan peninjauan VAR.

Aljazair menutup laga dengan predikat juara, yang kedua sejak 1990 silam.

Adapun para pemain Senegal merebahkan diri di lapangan sembari menangis saat peluit tanda akhir pertandingan ditiup wasit.

Pemain depan Liverpool, Sadio Mane, yang sebelum pertandingan mengaku ingin menukar medali juara Liga Champions untuk kesuksesan Piala Afrika, tertunduk lesu selagi para pemain Aljazair merayakan kemenangan.

"Tanpa para pemain, saya tidak ada apa-apanya. Merekalah yang utama. Saya kira para staf memainkan peranan dalam menuntun para pemain, tapi mereka yang menerapkan instruksi dengan sangat baik," papar pelatih Aljazair, Djamel Belmadi.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Para pendukung Aljazair di Paris merayakan kemenangan tim nasional Aljazair meraih Piala Afrika.

Jalannya pertandingan

Senegal, yang sebelumnya pernah tampil pada laga final Piala Afrika pada 2002, mendominasi jalannya pertandingan. Namun, penguasaan bola yang mereka lakukan tidak mampu menghasilkan gol.

M'Baye Niang dua kali mendapat kesempatan emas.

Pertama ketika melesatkan tendangan keras di atas mistar gawang sebelum jeda, berikutnya ketika berhasil mengecoh kiper Rais M'bolhi pada awal babak kedua namun sepakannya melebar.

Momen penentu bagi Senegal adalah ketika wasit memberikan tendangan penalti pada menit ke-60.

Keputusan itu diberikan lantaran umpan silang Ismaila Sarr mengenai lengan Adlene Guedioura di dalam kotak penalti.

Akan tetapi, saat para pemain Senegal merayakan keputusan itu, wasit Neant Alioum mendapat informasi bahwa tinjauan VAR sedang berlangsung.

Setelah menyaksikan tayangan ulang di tepi lapangan, yang memperlihatkan lengan Guedioura berada di sisinya, Alioum membatalkan keputusannya.

Meskipun keputusan itu benar, hasilnya terasa pedih bagi para pemain Senegal. Apalagi mengingat Aljazair hanya mampu melepaskan satu tendangan ke arah gawang.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Sadio Mane duduk di lapangan setelah Senegal dikalahkan Aljazair.

Topik terkait

Berita terkait