Liga Champions dan Manchester United

Alex Ferguson Manchester United Liga Champions

Di saat Alex Ferguson menyatakan kepuasaan atas kemenangan Manchester United dari AC Milan di Liga Champions, tiba-tiba awan hitam muncul setelah satu pertanyaan mengenai kekalahan klub ini dari Barcelona di final tahun lalu diajukan.

Wajah Alex Ferguson sempat tegang sejenak sebelum mengatakan: "Final di Roma itu terlalu sulit untuk dijelaskan. Anda tidak akan mengerti. Kami kalah dalam pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan."

Sebagian besar penonton yang hadir di final Liga Champions 2009 di Roma itu mungkin merasa mengerti Manchester United sampai kalah. Kita menyaksikan bahwa hampir sepanjang pertandingan, kecuali 10 menit pertama, Manchester United kalah pamor dari tim yang jauh lebih kuat.

Namun, ternyata bagi Alex Ferguson bukan itu penyebabnya.

Dan salah satu prospek yang terbuka lebar oleh hasil undian babak perempat final Liga Champions tahun ini -dan teori ini didukung oleh rumah-rumah taruhan di Inggris- adalah manajer ini bisa mendapat kesempatan untuk membenarkan suatu peristiwa yang menurutnya salah satu kesalahan di dalam karirnya, dengan tampil kembali di final pada bulan Mei mendatang.

Ferguson hanya mengungkap satu sikap optimisme yang terbatas mengenai hasil undian di babak-babak akhir Liga Champions ini.

Akan tetapi, dia tampaknya sangat bergembira sekali ketika hasil undian menunjukkan Manchester United akan berlawanan dengan Bayern Muenchen di perempat final, dan kemungkinan berhadapan dengan Lyon atau Bordeaux di semi final jika menang.

Kenangan pertandingan kedua klub ini di final Liga Champions tahun 1999 di Nou Camp diimpikan akan muncul kembali, meski Ferguson berharap Manchester United tidak menunggu hingga penghabisan untuk membukukan kemenangan.

Harapan Arsenal

Manajer Arsenal Arsene Wenger mungkin tidak sepuas Ferguson dengan hasil undian bagi klubnya, bertemu dengan Barcelona di perempat final dan jika mereka berhasil membuat kejutan klub ini kemungkinan akan berhadapan dengan Inter Milan atau CSKA Moskow di semi final.

Tetapi seperti yang kita ketahui, kepercayaan diri Wenger akan timnya tidak tertandingi. Dia hampir pasti yakin benar Arsenal bisa mengubah perkiraan dan membuat reuni dengan bekas bintang klub itu, Thierry Henry, berakhir dengan kegembiraan.

Setelah pertandingan perdelapan final melawan Porto, Arsene Wenger mengatakan lebih suka bertemu dengan Manchester United, atau Chelsea yang tersingkir di babak berikutnya.

Sebagian pihak memandang pernyataan itu terlalu berani, namun dia sangat serius dengan pernyataan itu dan siap melakukan apa saja untuk tidak berhadapan dengan Barcelona yang diasuh oleh Pep Guardiola.

Arsenal akan datang ke pertandingan perempat final sebagai klub yang tidak diunggulkan, tetapi Wenger kemungkinan melihat harapan dari gaya bermain Bercelona yang mengandalkan umpan-umpan indah dalam mengalahkan lawan.

Ketika pertandingan berjalan sesuai prinsip itu, Wenger merasa kesempatan Arsenal untuk menang cukup besar dan hal itu tidak berubah saat berhadapan dengan Barcelona.

Selain itu akan ada berbagai cerita sampingan yang akan membuat penggemar bola terkesima, selain dari kedua tim yang memang selalu menerapkan gaya permainan yang dianggap sebagai permainan indah.

Bagi Thierry Henry bertanding di stadion Emirates akan menjadi satu peristiwa pulang kampung penuh emosi. Dia dipastikan akan disambut dengan meriah oleh pendukung Arsenal karena 226 gol dari 364 kali tampil memperkuat klub London Utara itu.

Cecs Fabregas juga akan menarik perhatian, karena Bercelona membuat pemain bertubuh kecil ini sebagai sasaran utama sebagai pemain impian tim jika dia meninggalkan Arsenal. Jika Henry mendapat sambutan hangat di stadion Emirates, kapten Arsenal pun akan mengalami hal serupa ketika bertandang di Catalonia.

Jika Ferguson merasa harus melakukan aksi balas dendam pada Barcelona, Wenger juga memiliki perasaan serupa setelah Arsenal menjadi korban klub ini di final Liga Champions 2006 yang berlangsung tidak seimbang akibat penjaga gawang Jens Lehmann mendapat kartu merah di awal pertandingan.

Saat itu Arsenal, yang bermain dengan 10 pemain, memimpin lebih dulu dengan gol di menit ke 14 tetapi kemenangan itu dirampok dari tangan klub Inggris ini setelah Samuel Eto'o dan Juliano Belleti menciptakan dua gol di menit-menit akhir pertandingan.

Penuh kejutan

Barcelona memang pantas menjadi favorit untuk menjuarai Liga Champions kedua kali secara berurutan tetapi ini tidak akan membuat Wenger yang penuh optimisme kehilangan keyakinan disaat dia merencanakan upaya menghentikan Lionel Messi dan perputaran bola di lapangan tengah dengan Xavi dan Andres Iniesta sebagai otaknya.

Dalam sepakbola tidak ada yang pasti, tetapi jika pertandingan antara Arsenal dan Barcelona tidak menampilkan permainan yang indah akan banyak orang yang akan kecewa.

Jika Alex Ferguson ditawari rute ke final yang sekarang terbuka itu sebelum undian dilakukan, sudah pasti dia akan dengan serta merta menerimanya.

Akan tetapi Manchester harus tetap berhati-hati, karena meski Bayern Muenchen bukan lagi tim kuat seperti dulu pelatih Louis van Gaal adalah operator yang penuh tekad dan klub ini memiliki ancaman tajam dari dua pemainnya: Franck Ribery dan Arjen Robben.

Klub ini juga mendapat banyak keuntungan di perempat final karena gol Miroslav Klose saat melawan Fiorentina di leg pertama sangat berbau off side.

Bahkan jika Manchester United bisa mengalahkan Bayern, Lyon dan Bordeaux memperlihatkan kinerja yang cukup untuk meyakinkan sebagai ancaman besar.

Lyon mengalau Liverpool dari Liga Champions di babak awal, sementara prestasi manajer Bordeaux yang mantan pemain belakang Manchester United, Laurent Blanc membuat dia disebut-sebut sebagai calon pengganti Ferguson di Old Trafford.

Perhatian akan banyak ditumpahkan pada pemain depan Bordeaux Marouane Chamakh, yang diperkirakan akan mulai berlaga di Liga Utama Inggris bersama Arsenal musim kompetisi mendatang.

Kini Manchester United menjadi favorit kedua, setelah Barcelona, untuk memenangkan Liga Champions, tetapi musim kompetisi tahun ini penuh kejutan dan Wenger memiliki aspirasi untuk membuat satu lagi.

Berita terkait