Van Marwijk kecam wasit

Image caption Bert Van Marwijk memarahi wasit Howard Webb di akhir pertandingan final

Pelatih timnas Belanda Bert van Marwijk mengecam wasit asal Inggris Howard Webb setelah timnya kalah 0-1 dari Spanyol dalam petandingan final Piala Dunia.

Pertandingan itu dipenuhi banyak pelanggaran, sehingga Webb mengeluarkan kartu untuk 13 pemain, termasuk pemain Belanda Johnny Heitinga yang diusir dari lapangan karena mendapat dua kartu kuning.

"Saya merasa wasit tidak mengendalikan pertandingan dengan baik," kata Van Marwijk.

"Kedua belah pihak melakukan pelanggaran. Ini mungkin disayangkan dalam pertandingan final. Tetapi tim terbaik memenangkan pertandingan."

Wasit Webb, 38 tahun, disoraki pendukung Belanda ketika dia dan para asisten wasit naik ke panggung untuk menerima medali setelah memimpin pertandingan yang dinilai sangat sulit.

Dalam pertandingan itu Webb mencatat rekor mengeluarkan kartu terbanyak dalam pertandingan final Piala Dunia dan harus menangani serangkaian insiden besar.

Pada babak pertama Belanda beruntung tidak dipaksa bermain dengan 10 pemain ketika pemain tengah Nigel de Jong menendang dada pemain tengah Spanyol Xabi Alonso.

Permainan agresif

Webb beberapa kali terpaksa memberi peringatan kepada para pemain karena tindakan pelanggaran yang terlalu agresif.

Beberapa menit sebelum perpanjangan waktu berakhir dan kedua tim terancam harus adu penalti, pemain tengah Spanyol Andres Iniesta membobol gawang Belanda.

Kubu Belanda merasa kesal setelah beberapa saat sebelumnya Webb tidak memberikan tendangan sudut kepada mereka walaupun tendangan bebas Wesley Sneijder terpental keluar karena terkena badan Cesc Fabregas.

Pemain belakang Belanda Joris Mathijsen mendapat kartu kuning karena memprotes gol tersebut.

Setelah pertandingan berakhir kiper Belanda Maarten Stekelenburg melanjutkan kecaman terhadap Webb dengan mengatakan, "Kami menyalahkan wasit. Semua orang di luar stadion bisa melihat kami seharusnya mendapat tendangan sudut, tetapi dia dan asistennya tidak memberikannya kepada kami."

Insiden kedua yang membuat marah Belanda adalah ketika Arjen Robben ditarik ke belakang oleh Carles Puyol ketika hendak menendang bola. Bola kemudian berhasil diamankan oleh kiper Spanyol Iker Casillas.

Robben juga sangat marah kepada wasit Howard Webb karena tidak memberinya tendangan bebas.

"Kami benar-benar bermain sangat baik dan kami mendapat dua peluang bagus lewat Arjen Robben," kata Van Marwijk.

Strategi adu fisik

Image caption De Jong tak mendapat kartu merah walau tampak menendang Alonso

"Saya bukan seseorang yang biasanya melihat ke belakang dan menyalahkan wasit. Saya percaya tim terbaik biasanya memenangkan pertandingan."

"Tetapi bila anda melihat peluang kedua Robben (yang digagalkan), wasit seharusnya memberi Puyol kartu kuning kedua, yang berarti dia harus diusir dari lapangan," tukas Van Marwijk.

"Momen sebelum 90 menit berakhir merupakan momen yang sangat penting. Kekalahan ini terasa pahit, tetapi begitulah olahraga. Olahraga bisa kejam. Dan seperti saya katakan tadi, Spanyol adalah tim yang lebih baik," kata Van Marwijk.

Belanda mengandalkan fisik dalam pertandingan final dalam upaya untuk menggagalkan gaya permainan Spanyol yang penuh dengan umpam-umpan satu dua yang sangat rapi.

Strategi permainan kasar Belanda ini cukup berhasil menggagalkan serangan Spanyol, tetapi Belanda mendapat sembilan kartu kuning, termasuk kartu kuning kedua bagi Heitinga, yang menyebabkannya diusir dari lapangan.

Namun Van Marwijk membela strategi itu dan mengatakan, "Kami sebenarnya berniat bermain dengan indah, tetapi kami menghadapi lawan yang sangat bagus. Spanyol adalah negara sepak bola terbaik di dunia beberapa tahun belakangan ini, jadi kami harus berupaya keras untuk mengalahkan mereka."

Berita terkait