Kenapa perjudian ilegal Asia subur

Rumah judi
Image caption Judi dan sepakbola adalah pasangan yang tak terpisahkan di Asia

Setiap empat tahun, selama atau setelah Piala Dunia berlangsung, selalu muncul laporan mengenai penggebrekan polisi terhadap operasi perjudian ilegal di Asia dengan penangkapan yang 'belum pernah terjadi sebelumnya'.

Setelah Piala Dunia Afrika Selatan usai, penggrebekan polisi atas perjudian diumumkan oleh media di seluruh dunia.

Masyarakat tak perlu menanggapi berita ini terlalu serius. Masalah perjudian ini tidak selalu soal aparat kepolisian yang korupsi, tetapi secara umum artinya adalah ada permainan yang disusun dengan cermat yang menguntungkan setiap pihak.

Cara terbaik untuk memahami pasar perjudian di Asia adalah dengan membayangkan kembali era larangan alkohol di Amerika.

Pada saat itu, cukup banyak masyarakat Amerika yang melakukan sesuatu yang resmi dilarang pemerintah yaitu minum alkohol.

Nah industri ilegal alkohol tumbuh begitu besar sehingga membuat banyak lembaga di Amerika Serikat menjadi sangat korup dan justru memberikan peluang bagi kejahatan terorganisir tumbuh pesat.

Situasi yang sama terjadi sekarang di banyak negara Asia: banyak kalangan di masyarakat yang ingin berjudi, tetapi pemerintah mengatakan mereka tidak boleh.

Pasar gelap yang besar

Kebanyakan orang yang ditangkap dalam penggrebekan polisi minggu ini melakukan sesuatu yang sah-sah saja di banyak negara lain di dunia.

Mereka melakukan perjudian kecil dengan menebak hasil satu pertandingan olahraga.

Untuk memuaskan pasar, industri ilegal yang besar tumbuh subur.

Yang tampak di permukaan adalah orang-orang terkaya di Asia, namun di bawah mereka adalah satu jaringan bandar judi dan agen yang bersedia turun sampai ke kios-kios di desa dan rumah-rumah susun di perkotaan.

Pasar judi ini sangat besar. Pasar judi Eropa dan Amerika terlihat sangat kerdil jika dibandingkan dengan pasar judi Asia, terutama oleh beberapa faktor.

Dari segi nilai, karena ilegal, sangat sulit memperkirakan besarnya nilai pasar judi di Asia, tetapi publikasi ternama di Amerika, the American journal Foreign Policy memperkirakan pada tahun 2006 saja ukuran pasar perjudian di Asia mencapai US$ 450 miliar.

Sebagai perbandingan, seluruh industri farmasi Asia saat ini bernilai sekitar US$ 100 miliar. Pasar perjudian ilegal ini membuat aparat kepolisian, lembaga-lembaga serta liga sport di seluruh benua Asia sangat korup.

Seorang pengusaha perjudian Inggris, berdasarkan pengalamannya di dunia perjudian Asia, bercerita tentang perjalanan bisnis ke Thailand.

"Ketika saya turun dari pesawat, seorang polisi menunggu saya dengan membawa papan bertuliskan nama saya. Ketika saya melihat dia, saya langsung panik, "Oh no...apa yang terjadi?"

"Dia langsung membawa saya melewati bea cukai dan koper saya sudah diletakkan di depan pesawat dan saya dibawa ke pusat kota Bangkok dengan mobil yang dikawal tiga orang polisi bermotor ".

Pengusaha itu mengatakan dia dibawa ke kantor bandar judi untuk menghadiri satu rapat, dan belakangan seorang pejabat tinggi polisi bergabung untuk jamuan makam malam.

"Pesannya sudah sangat jelas: "Anda dilindungi," tambah dia.

Judi menyuburkan korupsi

Image caption Sumo Jepang juga terlibat skandal korupsi

Begitu banyak korupsi dalam dunia olahraga di Asia sehingga cerita-cerita yang keluar terdengar begitu luar biasa.

Liga sepakbola Cina adalah hal yang paling memalukan bangsa. Itulah pernyataan Presiden Cina, Hu Jintao pada tahun 2009 ketika mengumumkan bahwa begitu banyak pengaturan hasil pertandingan dalam liga sepakbola negeri itu sehingga sangat memalukan Cina.

Situasi yang sama kelihatan di semua liga sepakbola di Asia: di Vietnam, Hong Kong, Indonesia, Kamboja, Laos, Thailand, Malaysia dan Singapura semuanya menghadapi skandal yang mirip dalam liga masing-masing.

Di Malaysia, korupsi begitu buruknya sampai-sampai pada tahun 1990an seorang menteri kabinet memperkirakan bahwa 70 persen pertandingan dalam liga Malaysia sudah ditentukan hasilnya.

Itu artinya, para penonton lebih sering menonton pertandingan yang sudah direkayasa hasilnya dibandingkan pertandingan yang sesungguhnya.

Liga Bolabasket Taiwan menyusut dari sembilan tim menjadi tinggal empat tim saja dalam lima tahun terakhir. Kelima tim dibubarkan karena terbukti terlibat dalam rekayasa hasil pertandingan.

Korupsi juga terjadi pada olahraga tradisional Jepang, sumo, bahkan ada studi akademis membahas soal ini.

Industri ilegal ini merusak liga-liga olahraga di seluruh Asia dan juga banyak pejabat polisi menjadi korup.

Penggrebekan pura-pura

Sejumlah polisi Malaysia, para penjudi dan bandar judi bercerita mengenai penggrebekan yang sesekali terjadi.

"Kadang-kadang bandar judi akan memberikan satu rumah judi untuk digrebek polisi. Hanya supaya tak satu pihak pun yang kehilangan muka."

Image caption Pertandingan sepakbola sering dijadikan ajang taruhan oleh para penonton

Joe Pistone, tokoh di Amerika utara dalam pertarungan melawan mafia, bercerita tentang pengalamannya terkait organisasi kejahatan dan perjudian ilegal.

Selama enam tahun, dia bekerja sebagai agen yang menyamar dengan menggunakan Donnie Brasco dan berhasil menyusup ke salah satu dari lima keluarga mafia yang paling terkenal di New York yaitu Bonnanos.

"Kami membayar pejabat polisi.Itu pasti. Begini, perjudian tidak akan ada tanpa menyogok," kata Pistone.

"Itu bukan sesuatu yang bisa anda sembunyikan. Karena anda harus pergi ke satu tempat untuk memberi taruhan anda, dan bandar judi harus berada di satu tempat. Apakah itu cuma berdiri di sudut jalan atau di satu restoran atau bar, pokoknya di satu tempat."

Pistone mengatakan penggrebekan polisi juga terjadi di Amerika.

"Mereka menyerbu dan mereka menangkap sembarang orang, jadi kelihatan mereka bekerja. Itu permainan lama, bukan hal baru sama sekali....koran-koran jadi senang, masyarakat lega bahwa polisi mengambil tindakan.

"Seseorang ditangkap. Anda tahu kan, seseorang yang tak menimbulkan akibat apapun bagi siapapun. Dan mereka memastikan, uang taruhan juga tidak banyak pada saat penggrebekan. Taktik seperti ini sudah dari dulu."

Pernyataan pers yang dikeluarkan mengenai penangkapan terbaru ini menyebutkan bahwa polisi berhasil menyita US$ 15 juta dan 5.000 orang ditangkap. Ini tangkapan yang relatif kecil.

Contoh rumah judi untuk para penjudi kelas kakap Asia lain adalah selama pertandingan Manchester United vs AC Milan bulan Februari, 2010.

Satu dari operator mereka memasang taruhan sebesar £10 juta untuk pertandingan ini, taruhan itu datang dari seorang penjudi kaya di Taiwan dan ini hanya dari satu orang penjudi saja, memasang taruhan di satu bandar judi.

Jadi, jangan percaya pada laporan pers. Tidak banyak yang berubah. Besok pagi, puluhan juta orang di seluruh kawasan Asia akan melakukan hal yang mereka lakukan setiap hari:

Pergi ke bandar judi mereka dan memasang taruhan.

Dr Declan Hill adalah penulis 'The Fix: Organized Crime and Soccer', buku yang membahas pertandingan-pertandingan di Asia yang hasilnya sudah direkayasa. Dia juga bekerja sebagai konsultan antikorupsi untuk sejumlah asosiasi sepakbola Eropa.