Bos Red Bull bantah pilih kasih

Red Bull
Image caption Kedua pembalap Red Bull bertabrakan di GP Turki

Pemilik tim Formula 1 Red Bull, Dietrich Mateschitz, turun tangan dalam perseteruan mengenai perbedaan perlakuan pembalap di timnya dan menegaskan kedua pembalap harus diperlakukan sama.

Masalah ini meledak di GP Inggris ketika satu sayap depan mobil yang baru dicopot dari mobil balap Mark Webber untuk dipasang di mobil rekan satu timnya Sebastian Vettel.

"Jika anda hari ini bertanya siapa yang akan menjadi suara, saya jawab salah satu pembalap kami," ujar Mateschitz.

"Tim tidak boleh ikut campur karena kemudian masalah mulai membesar."

Mark Webber dan direktur tim, Christian Horner, bertemu minggu lalu untuk membicarakan keputusan tim menukar sayap depan mobil dan menjernihkan rasa tidak puas.

Kini, pendiri Red Bull juga turun tangan untuk mengatasi ketenggangan di dalam tim dan untuk mencegah tuduhan perlakuan berbeda bertambah dengan menyatakan tidak ada pembalap yang lebih didukung.

Image caption Vettel dan Webber sama-sama mengeluhkan perilaku di sirkuit

"Filosofi itu tidak sejalan dengan pengertian saya akan balap mobil," ujar Mateschitz seperti dikutip koran Austria Kleine Zeitung.

"Kami tidak memiliki pembalap nomor satu dan pembalap nomor dua.

"Kedua pembalap itu mengendarai mobil yang memiliki standar sama. Masalah dengan sayap baru di sirkuit Silverstone adalah pengecualian pertama."

Tetap bersaing

Secara terbuka Webber dan Vettel mengemumakan rasa furstasi mereka setelah GP Inggris awal bulan ini.

Setelah masuk garis finish di urutan pertama, dan memperbesar perbedaan angka gelar juara dunia dengan Vettel, Webber mengatakan ke tim radio: "Lumayan untuk seorang pembalap nomor dua."

Image caption Pemilik Red Bull tetap mengijinkan kedua pembalap berasing keras

Vettel, yang berjuang untuk bisa mencapai posisi ke tujuh setelah bannya bocor di putaran pertama, mengatakan kepada BBC: "Kadang-kadang ada baik dan ada buruknya, kita jadi mengenal seseorang lebih jauh dan mengetahui watak mereka sebenarnya. Saya belajar banyak."

Namun Mateschitz tidak berniat menghentikan kedua pembalap mengemukakan perasaan mereka di depan umum.

"Itu bukan gaya kami," tambah taipan asal Austria itu. "Semua orang boleh bicara jujur, dan ini sangat dihargai di Red Bull."

Pengusaha ini juga tidak berniat menghentikan kedua pembalap beradu tangkas di sirkuit, bahkan jika hal itu mengancam kesempatan tim untuk menjadi juara.

Vettel dan Webber gagal meraih posisi satu, dua di GP Turki karena kedua pembalap saling bertabrakan saat saling bersaing untuk menempati urutan terdepan.

"Kedua pembalap kami sadar bahwa mereka harus mengalahkan satu sama lain dan mereka juga masih saling membutuhkan untuk meraih angka tertinggi dalam arena ini," tegas Mateschitz.

"Anda tidak bisa mengatur seorang juara.

"Kita berbicara mengenai balapan -citra darah, keringat, dan air mata tidak muncul begitu saja."

Berita terkait